Polbangtan Bogor Galang Dana Peduli Bencana Banjir – Tanah Longsor Jabodetabek dan Banten

Curah hujan yang tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia menyebabkan bencana banjir yang cukup memprihatinkan di beberapa daerah di Indonesia khusunya di wilayah Lebak, Banten dan Bogor, Jawa Barat.

Banjir bandang dan longsor menimpa enam kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, pada 1 Januari 2020.Berdasarkan data sementara yang dilaporkan Bupati Lebak. Akibat banjir bandang setidaknya tercatat 1.310 rumah rusak berat, hanyut 1.226, terendam ada 520 dan jumlah pengungsinya mencapai 4.368 KK yang berasal dari 29 desa di enam kecamatan.

Banjir bandang dan longsor juga melanda Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bencana alam ini telah meluluh lantakkan daerah yang berada di kawasan perbukitan itu.

Data sementara yang dihimpun pihak Kepolisian Sektor Cigudeg, banjir bandang dan longsor mengakibatkan 766 unit rumah rusak, enam orang meninggal dunia, tiga orang hilang dan 34 orang terluka.

Sampai Jumat (10/01) lalu, tercatat pengungsi masih membutuhkan bantuan bahan makanan pokok, kebutuhan bayi dan rumah tangga. Seperti pada waktu sebelum-sebelumnya Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Kabinet SEMERU kembali menyelenggarakan kegiatan penggalagan dana untuk membantu meringankan beban para korban bencana.

Penggalangan dana dilakukan mulai Sabtu (11/01) hingga Senin (13/01), dengan kegiatan utama pada hari Sabtu. Penyebaran titik bakti sosial dilakukan di delapan titik di sekitar wilayah Bogor Barat, diantaranya: Depan/Gerbang Kampus Polbangtan Bogor Jurusan Pertanian, pertigaan Empang Bogor, Pasir Kuda, Kebun Raya Residence (KRR), Gunung Batu, Jalan Raya Cikaret-Ciapus, pemukiman Kelurahan Pasir Jaya dan pemukiman Kelurahan Pasir Kuda. Kemudian dilanjutkan dengan penggalangan dana yang dilakukan di internal kampus.

Penanggung Jawab Kegiatan, Fachru Razi (20) menerangkan, “Kegiatan penggalangan donasi ini memberikan hasil baik dari segi moril maupun materil. Moril yang didapat adalah mahasiswa menjadi lebih peduli dan peka terhadap sesama manusia. Dari segi materil ialah diperolehnya donasi untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Kab. Bogor dan sekitar.”

Kegiatan penggalangan ini didasarkan atas jiwa sosial dan rasa kepedulian Mahasiswa. Hal ini sesuai dengan status mahasiswa yang dituntut untuk lebih peka kepada masyarakat lain yang membutuhkan. Fachru menambahkan, “Dengan adanya kegiatan ini mahasiswa mampu menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar, meningatkan jiwa sosial yang dimiliki oleh setiap mahasiswa, serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama manusia.” Setelah penggalangan dana terakhir yang dilaksanakan di internal kampus, terkumpul dana sebesar Rp. 11.436.200,- yang kemudian akan disalurkan langsung kepada korban yang nantinya dapat membantu meringankan kesulitan para terdampak bencana dalam memenuhi kebutuhannya.

Reporter : Syifa Widi U

Editor : Ar