Belajar Kepemimpinan Kepada Para Pengembala Domba

BOGOR-WARTABOGOR.id- Tahun 2019 adalah tahun politik di Indonesia, menjelang pemilihan anggota legislatif,DPD RI maupun Presiden dan Wakil Presiden. Momen tahun politik ini untuk masyarakat umum bisa menjadi pembelajaran kepemimpinan dengan membaca berbagai kisah para pemimpin sukses pendahulu kita. Sudahkah kita belajar kepemimpinan kepada para pengembala Domba?

“Beberapa pemimpin dan tokoh besar dikisahkan pernah menjadi pengembala sebelum diberi amanah untuk menjalankan tugas besarnya, contohnya Nabi Muhammad SAW sebelum menjadi seorang Nabi dan Rasul sekaligus pemimpin ummat Islam beliau adalah seorang pengembala Domba, begitu juga dengan Nabi Musa saat mengungsi dari Mesir dan bertemu dengan Nabi Yaqub di Madyan sempat menjadi pengembala,contoh lainnya Nabi Isya dan bahkan ada riwayat mengatakan bahwa semua Nabi mengembala Kambing/Domba”, kata Elan Jaelani Relawan Inspirasi Rumah Zakat dalam memberikan sambutannya dalam silaturahim Kelompok Tani berdaya Pamoyanan sekaligus pemberian bantuan Kandang dari Rumah Zakat, Rabu (27-03-2019).

Lalu apa keistimewaan yang bisa diambil pelajarannya dari pengembala? kata Pak Maman salah satu penerima manfaat bantuan Kandang Domba dari Rumah Zakat bertanya

“Ada beberapa pelajaran yang kita petik dari para pengembala” tambah Elan

  1. Mengembala belajar memastikan semua anggota utuh dan selamat, kita bisa belajar untuk mengevaluasi dan menghitung jumlah ternak setiap kali usah mengembala domba, ia pun harus menghitung dengan jujur jumlah anggota yang ada dan memastikan sehat serta selamat semuanya.
  2. Mengembala adalah sarana latihan mengarahkan,  kemampuan mengarahkan sangat penting untuk dimiliki seorang pengembala, karena kalau tidak maka ternaknya akan lari kemana-mana begitupun dengan seorang pemimpin yang harus mampu mengarahkan, membimbing dan menentukan arah semua anggota yang dipimpinnya untuk mencapai  visi yang ditetntukan.
  3. Mengembala melatih kemampuan komunikasi non verbal, seorang pengembala mampu mengarahkan segerombolah Dombanya hanya dengan arahan non verbal, pemimpin yang baik adalah mampu mengarahkan anggota yang dipimpinnya tanpa bergantung pada intruksi verbal semata.

Itulah beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari seorang pengembala yang sukses menjadi pemimpin-pemimpin besar dunia, bahkan dari beberapa literasi yang ada presiden ke 2 Indonesia yaitu Soeharto pernah menjadi seorang pengembala Domba.

Sudahkah kita belajar kepemimpinan kepada para pengembala Domba?