Bu Uas Wahyuni, Sang Pedagang Pecel Sayur yang Selalu Bersyukur

BOGOR-WARTABOGOR.id-Pecel Sayur merupakan makanan khas dari yang hampir merata ada dimana-mana di Indonesia meskipun ada sedikit perbedaan-perbedaan bumbunya. Salah seorang pedagang Pecel Sayur mitra Rumah Zakat adalah bu Uas Wahyuni (47 tahun) warga kampung Nagrog Des.a Berdaya Pamoyanan Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Beliau menekuni jualan pecel sayur ini dengan dilengkapi makanan maupun minuman lainnya.

“kalau pendapatan alhamdulillah cukup tidak cukup harus dicukupkan dan disyukuri untuk makan sehari-hari,mudah-mudahan kedepan lebih laku lagi jualannya insya Allah. Kalau jualan sampai malam hari ¬†biasanya penghasilan bersih rata-rata perhari antara Rp. 50.000,- sampai dengan Rp.100.000,- perhari kalau habis jualannya, itu dari Pecel Sayur dan minuman lainnya.” Kata bu Uas sambil tersenyum semangat, Rabu (03-04-2019).

Harapan bu Uas untuk mendapatkan lebih dari berjualan ini patut diacungi jempol, karena bagaimanapun kondisinya beliau tetap optimis, selalu mempunyai harapan baik akan rizki dari Allah SWT. Bu Uas sendir masih mempunyai dua anak lagi yang masih sekolah, beliau bersama suaminya berjuang untuk bertahan hidup dan selalu terdorong untuk mewujudkan cita- cita anaknya, semangat dan bersyukur inilah modal yang utamanya.

” Ya Alhamdulillah karena sudah terbiasa berjualan maka kami terus merasa optimis dan berharap dagangannya habis terjual setiap hari untuk menopang kehidupan keluarga serta pendidikan anak, jadi mau tidak mau saya dengan suami harus mempunyai semangat yanglebih daripada orang lain, karena kebutuhan sehari-harinya memang harus selalu tercukupi,”tambah bu Uas Wahyuni ketika ditemui di Warungnya,

Fasilitator Desa Berdaya Pamoyanan Elan Jaelani mengatakan Bu Uas merupakan salah satu Penerima Manfaat dari bantuan ekonomi dari Rumah Zakat.

“Bu Uas mempunyai semangat yang luar biasa untuk berjualan di warungnya, bahkan sampai pukul.22.00 WIB kadang masih buka. sebagai salah satu Penerima manfaat bantuan usaha dari Rumah Zakat ini beliau selalu mempunya semangat dan harapan akan kehidupan yang lebih baik, maka kita pun semakin bersemangat untuk mengembangkan usahanya”, kata Elan Jaelani Fasilitator Desa Berdaya, relawan Inspirasi Rumah Zakat dalam kesempatan yang sama.