Bumikan Sekolah Adiwiyata, SDIT Anak Shalih Bogor Adakan Pelatihan Keterampilan Mengelola Sampah

BOGOR-WARTABBOGOR.id – Lembaga-lembaga pendidikan di Kota Bogor terus berbenah, setelah menggeliat dari berbagai sisi prestasi akademik melalui lomba-lomba, kini kesadaran untuk ikut menjadi pionir dalam mengatasi masalah lingkungan hidup terus dikuatkan.

Salah satu sekolah yang serius untuk mewujudkan Sekolah Adiwiyata dalam hal ini peduli terhadap lingkungan adalah SDIT Anak Shalih Bogor Islamic School. Sebelumnya sudah bekerjasama dengan Bank Sampah Induk Kota Bogor untuk mengatasi masalah sampah Anorganik yang bernilai ekonomis, kini memberikan keterampilan kepada anak-anak didiknya melalui pelatihan membuat Ecobrick yang di bantu oleh Komunitas Ecobrick Bogor.

Dari Komunitas Ecobrick yang terdiri dari Kang Gigin, Kang Elan dan Kang Darga. Pelatihan ini berlangsung seru dan sangat menyenangkan di Aula SDIT Anak Shalih Bogor yang beralamat di Jalan Tumenggung Wiradireja Kelurahan Cimahpar Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor dengan peserta sekitar 120 orang, Kamis (17/10).

“Kegiatan Pelatihan Membuat Ecobrick adalah suatu kegiatan yang menarik, didalamnya mengandung unsur pendidikan karakter yang mudah dikerjakan oleh siapapun dan sangat menyenangkan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus disosialisasikan secara berkesinambungan supaya masyarakat paham betapa pentingnya dalam menjaga lingkungan ini dan harus diajarkan sejak dini kepada anak-anak kita”ujar Muhamad Kusdi, guru SDIT anak Shalih Bogor.

“Alhamdulillah Siswa-siswi serta warga sekolah menjadi semakin paham tentang pembuatan Ecobrick serta penggunaannya, harapannya seluruh warga sekolah mampu memilah sampah yaitu organik, non organik dan residu. Yang residu ini dimasukan kedalam botol plastik untuk dijadikan Ecobrick sehingga dapat bermanfaat kembali” ungkap Hamdani Nasution, Kepala Sekolah SDIT Anak Shalih Bogor Islamic School.

Komunitas Ecobrick Bogor mendorong siswa dan warga sekolah untuk memiliki kesadaran atas gerakan peduli sampah dengan menguatkan pola pikir dari sampah yang dianggap sesuatu yang berguna menjadi bermanfaat. Dengan pola pikir seperti itulah maka sekolah yang bernuansa Adiwiyata akan mudah terwujud.

Sekolah Adiwiyata adalah ruang dimana seluruh warga sekolah memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, ini semua untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat denga tidak membuang sampah sembarangan.