Aksi Damai Tolak LGBT di Bogor Untuk Nahi Munkar

 

Hari ini berlangsung aksi damai 911 Masyarakat Bogor menolak LGBT. Dengan tajuk “Mari selamatkan generasi muda negeri ini dengan terlibat aktif melawan dan menangkal perilaku LGBT. Mari jadikan aksi damai tolak LGBT ini sebagai salah satu wujud kepada Nahi Munkar.” Aksi yang dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan konvoi dari Masjid Amaliah Ciawi menuju Masjid Raya Bogor. Setelah selesai sholat Jum’at, dilanjutkan dengan aksi long march dari Masjid Raya Bogor menuju Balaikota Bogor.

 

 

 

 

[Link video: https://www.youtube.com/watch?v=RtBdP9oN6tk]

 

Aksi ini penting untuk memberikan tekanan kepada pemda yg selama ini TIDAK MENGANGGAP LGBT SEBAGAI MASALAH SERIUS

Di tingkat pusat begitu juga , sebagian besar fraksi di DPR RI menganggap LGBT sebagai hak individu, tapi sejatinya itu adalah VIRUS MORAL yang akan merusak  kualitas generasi yang akan datang.

(Link tulisan… Curhatan seorang dokter HIV: Seandainya Kalian Tahu, Tentu Para Pendukung LGBT Akan Berpikir 1000 Kali).

Jumlah homoseksual yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor meningkat tajam dalam kurun waktu yang singkat.

Hal tersebut diungkapkan Pengelola Program HIV Dinkes Kota Bogor, Nia Yuniawati dalam pertemuan dengan Plt Wali Kota Bogor, Usmar Hariman dengan pengurus GNPF Ulama Bogor Raya di Balaikota Bogor, Rabu (28/3/2018).

Menurut Nia, berdasarkan data Dinkes Kota Bogor per Desember 2017 jumlah LSL (lelaki seks dengan lelaki) atau homoseksual ada 2.495 orang.

“Kategori LSL ini rata-rata mereka sudah melakukan hubungan intim. Dan dari 2.495 itu, 213 orang sudah terkena HIV,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nia menambahkan, dari 2.495 pria homoseksual tersebut, itu tidak hanya berasal dari Bogor.

“Mereka ada yang dari Depok, Sukabumi dan lainnya. Namun mereka tercatat di Dinkes Kota Bogor, rata-rata mereka terdata melalui LSM atau lembaga yang bergerak menanggani masalah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Nia juga pernah mengungkapkan data jumlah homoseksual per Juni 2017 sebanyak 1.330 orang. Artinya, sejak Juni hingga Desember 2017 jumlah homoseksual bertambah sebanyak 1.165 orang. Data tersebut, berdasar pria yang menjalani voluntary counseling and testing (VCT) oleh Dinkes Kota Bogor.

Bayangkan daya rusaknya?  Merusak moral generasi yang akan datang, ekonomi, keamanan, hingga azab Allah SWT seperti Longsor, Gempa, Banjir, dan Tsunami. Jika hal itu terjadi, bukan hanya para pelaku LGBT saja yang akan terkena dampaknya, tapi semua orang yang berada di wilayah tersebut. Itulah mengapa sangat penting kita untuk melakukan nahi munkar terhadap perilaku LGBT tersebut, juga agar pemerintah membuat kebijakan tentang hal ini.

#SAY NO TO LGBT

#LAWAN & PERANGI PERILAKU MENYIMPANG

#FORUM MASYARAKAT BOGOR ANTI LGBT

[er]