Polbangtan Bogor Gelar Audiensi dengan Kemenko Perekonomian

BOGOR-WARTABOGOR.id –  Dalam rangka peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan pelatihan vokasi 2017-2025, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong reformasi lembaga pendidikan, khususnya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk dapat menyiapkan lulusan tidak hanya menjadi tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga didorong untuk dapat menjadi wirausaha. Untuk itu penting bagi para mahasiswa Polbangtan diberikan pembekalan kompetensi kewirausahaan dan menjadi mata pelajaran khusus dari pembelajaran di kampus. Hal ini menjadi salah satu agenda pembahasan pada auidiensi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (11/11) di Ruang Rapat kampus Cibalagung.

Kedatangan rombongan Kemenko Perekonomian disambut langsung oleh Direktur Polbangtan Bogor, dr. Ir. Siswoyo, MP, didampingi Wakil Direktur I Dr. Tri Ratna Saridewi, S.Pi., M.Si, Wakil Direktur III Wida Pradiana, SP., M.Si, dan para dosen. Turut mendampingi perwakilan dari Pusat Pendidikan Pertanian, Dr. Inneke Kusumawaty, STP. MP, Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan.

Dalam sambutannya, Siswoyo menuturkan bahwa mahasiswa Polbangtan Bogor dipersiapkan menjadi job creator dan job seeker.

“Sejak bertansformasi dari STPP menjadi Polbangtan, kurikulum kami berubah dengan persentase teori 30% dan praktik 70%,” jelasnya.

Selanjutnya Siswoyo menuturkan bahwa fokus komoditas Polbangtan Bogor adalah pertanian perkotaan dan sapi potong.

Mewakili Pusdiktan, Inneke memberikan apresiasi atas terselenggaranya audiensi ini.

“Harapan saya adanya tindak lanjut yang nyata ke depan dari audiensi ini,” imbuhnya.

Hadir dalam rombongan Kemenko Bidang perekonomian,  Toronata Tambun yang selama ini dikenal sebagai motivator bisnis dan entreprenur. Usai audiensi, Toro akan memberikan  Workshop Pengembangan Kompetensi Kewirausahaan di aula Polbangtan Bogor.

Tentang kewirausahaan ini, antara kementerian satu dengan kementerian lain belum ada benang merah. Sehingga ke depan diperlukan adanya payung hukum untuk mewadahinya,” ungkap Zainudin, salah satu perwakilan Kemenko.

Reporter : Arif Prastiyanto

Editor : Ar