Gencarkan Pompanisasi, Kementan Produktivitas

BOGOR – WARTA BOGOR- Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI-Polri menandai awal dari serangkaian kerjasama yang menyangkut pengelolaan pertanian dan ketahanan pangan. Pemangku kepentingan berkomitmen untuk bergerak bersama dalam mengawal ketahanan pangan di Indonesia.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengatakan bahwa ke depan petani milenial harus mampu merefleksikan semangat kebangkitan dan kejayaan negara agraris sebagai jalan dan upaya pemerintah menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

Dalam beberapa waktu terakhir, ada banyak tantangan pertanian yang melanda Indonesia, salah satunya produktivitas masih belum memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tantangan ini semakin diperparah oleh dampak El-Nino yang meluas, mencakup hingga 1 juta hektar lahan pertanian, dan menimbulkan ketidakpastian terhadap ketersediaan sumber daya alam, termasuk air untuk irigasi, terutama di Kabupaten Bogor.

Untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melakukan Rapat Koordinasi Data Luas Tambah Tanam (LTT) dan Kegiatan Pompanisasi Kabupaten Bogor di Aula Dinas TP, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Bogor pada Senin (22/4).

Pertemuan koordinasi ini membahas strategi penting dalam meningkatkan produksi pertanian melalui optimalisasi data luas tanam dan pompanisasi. Rapat tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari TNI/Polri hingga perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cisadane dan BBWS Citarum.

Data yang dikumpulkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (PDDK) dari 40 kecamatan menunjukkan bahwa kondisi ini semakin memperburuk masalah yang sedang dihadapi. Meskipun langkah-langkah telah diambil untuk mengatasi situasi ini, dengan BBWS Cisadane dan Citarum berkoordinasi dengan dinas setempat untuk memastikan ketersediaan sumber air.

Meskipun beberapa langkah-langkah positif yang diambil, masih ada tantangan baru yang muncul. Salah satunya adalah kesulitan dalam mendapatkan pasokan solar yang diperlukan untuk mengoperasikan pompa air. Tatang, perwakilan Pemkab Bogor juga mengungkapkan rencananya untuk menggunakan pompa air bertenaga listrik, menyadari betul bahwa ketersediaan energi merupakan hal yang sangat penting dalam mengelola krisis pangan.

Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Bogor, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor diberi tugas sebagai penanggungjawab program pompanisasi Kementerian Pertanian.

Rudi Hartono, Wakil Direktur 1 Polbangtan Bogor mengajak semua pihak yang terlibat, termasuk petani, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, untuk bergerak bersama-sama dalam menyukseskan kegiatan ini.

Rudi menekankan pentingnya kerjasama dan komitmen bersama untuk mencapai hasil yang optimal dalam meningkatkan ketersediaan air untuk pertanian, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bogor dan Bekasi. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar tugas rutin, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat,” ujar Rudi. (agm)