DEPOK-WARTA BOGOR– Komunitas Emak Kantoran bekerja sama dengan Harmoni Foundation menggelar kegiatan berbagi pengalaman dan pengetahuan seri ke‑24 secara daring melalui Zoom, pada Minggu (21/6) pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini mengangkat tema “Masihkah Kita Saling Mendengar?” yang menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat dan bermakna dalam lingkungan keluarga.
Acara ini menghadirkan narasumber Hj. Wiwit Liftiani, Psi., Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kota Bogor. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa komunikasi yang baik bukan sekadar pertukaran kata, melainkan kemampuan untuk mendengarkan dengan sepenuh hati dan penuh empati.
“Sering kali kita merasa sudah berkomunikasi, padahal belum benar‑benar mendengarkan. Anak‑anak dan anggota keluarga membutuhkan ruang yang aman untuk didengar, dipahami, dan dihargai perasaannya,” ujarnya.
Ia juga membagikan panduan praktis, antara lain: mendengarkan hingga pembicara selesai, memahami maksud tanpa langsung menghakimi, serta mengakui dan memvalidasi perasaan orang lain. Sesi diskusi dipandu oleh Suci Julianingsih selaku pengurus komunitas dan berlangsung hidup dengan pertanyaan serta pengalaman peserta yang membahas tantangan hubungan suami‑istri, pola asuh di era gawai, dan cara menjaga kedekatan dengan lingkungan sekitar.
Ketua Emak Kantoran, Iif Syarifah, menyampaikan bahwa tema ini dipilih karena sangat relevan dengan kondisi masa kini. Menurutnya, kesibukan dan penggunaan gawai sering membuat kehadiran fisik tidak diimbangi dengan kehadiran jiwa saat berinteraksi di rumah.
“Kesibukan dan penggunaan gawai membuat kita sering hadir secara fisik, tetapi tidak utuh dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, kita perlu kembali belajar untuk saling mendengar di dalam keluarga,” tegasnya.
Sebanyak 138 peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan ini. Diharapkan, pertemuan ini dapat menjadi sarana edukasi dan renungan bagi para ibu dan keluarga agar tercipta hubungan yang lebih terbuka, hangat, dan penuh pengertian di tengah dinamika kehidupan modern. (Is)