Petani Milenial Sukabumi Kembangkan Pisang Tanduk

SUKABUMI-WARTABOGOR.id – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan bahwa usaha dan kredibilitas generasi muda di bidang pertanian semakin berkembang. “Serta banyaknya petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir,” jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi, menjelaskan berdasarkan data saat ini kita memiliki 33,4 juta petani dan 9 juta diantaranya adalah petani milenial.

“Untuk itu dirasa perlu pelopor pertanian yang diharapkan membuat jejaring usaha pertanian untuk menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Selain sebagai penghela peningkatan produktivitas tenaga kerja pertanian serta produktivitas lahan dan komoditas,” ujar Prof. Dedi.

Potensi Pisang Tanduk di Kecamatan Tegal Buleud Kabupaten Sukabumi sangat terbuka. Potensi inilah yang ditangkap oleh petani milenial setempat.

Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi miliki lahan darat yang luas yang tersebar di 8 desa. Desa Sirnamekar menjadi salah satu wilayah untuk pengembangan pisang tanduk.

“Kami mengembangkan pisang tanduk karena kualitas dagingnya sangat digemari oleh konsumen/pasar yaitu memiliki khas daging yang kekuning-kuningan dengan rasa sedikit manis dan sangat lembut ketika dibuatkan olahan makanan,” ungkap Petani Milenial Tegal Beuleud, Abdul Mujib.

Selama ini, pemasaran yang dilakukan saat ini melalui tengkulak-tengkulak daerah setempat yang dijual ke pasar tradisional di Sukabumi, Bogor dan Bandung. “Selain itu kami juga mencoba meningkatkan produk dengan membuat berbagai makanan olahan dari pisang seperti kripik dan salai untuk menambah nilai jual,” tambah Mujib.

Menurut penjelasan Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tegalbuleud, Muslih, luasan tanaman pisang tanduk di kecamatan Tegal Buleud mencapai 250 hektar. Dan penyuluh pertanian menunjang kegiatan Kelompoktani Tunas Jaya Muda Desa Sirnamekar yang diketuai Abdul Mujib. Kelompoktani mendapatkan fasilitas pelatihan maupun akses permodalan dan pasar dari BPP melalui program Kostratani.

“Penyuluh Pertanian di BPP Tegal Buleud sangat mendukung terhadap pengembangan potensi Pisang Tanduk di Desa Sirnamekar dengan bertujuan untuk dijadikan Desa penghasil pisang tanduk di Kecamatan Tegal Buleud khususnya,” tegas Muslih.

Pewarta : Aulia MR & Arif P (Polbangtan Bogor)

Editor : Ar