Bela Negara Jadi Pondasi Awal Mahasiswa Baru Polbangtan Kementan

BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor mengikuti Pembinaan Kesadaran Bela Negara sebagai bagian dari rangkaian awal penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 10–12 Agustus 2026, bertempat di Kampus Cibalagung, Polbangtan Bogor.

Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan mahasiswa tidak hanya dari sisi kompetensi pendidikan vokasi, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama yang dibutuhkan dalam menjalankan peran sebagai generasi muda pertanian.

Sebanyak 249 mahasiswa mengikuti kegiatan yang berasal dari lima program studi yang berbeda. Terdiri atas 74 mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), 37 mahasiswa Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), 36 mahasiswa Agribisnis Hortikultura (AGH), 68 mahasiswa Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), serta 34 mahasiswa Kesehatan Hewan (Keswan).

Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kedisiplinan melalui materi teori maupun aktivitas lapangan. Pembinaan ini menjadi bagian dari proses awal penanaman sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, dan rasa kepedulian pada diri mahasiswa.

Penguatan karakter menjadi bagian sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan betapa pentingnya karakter dan integritas bagi generasi muda sebagai bekal utama menghadapi masa depan.

Amran juga mengingatkan seluruh mahasiswa untuk senantiasa menjaga amanah serta menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam membangun jiwa kepemimpinan.

Pesan tersebut sejalan dengan proses pembinaan mahasiswa baru yang diterapkan di Polbangtan Bogor. Pendidikan vokasi pertanian tidak hanya diarahkan untuk membangun kompetensi teknis semata, melainkan juga membentuk pribadi yang memiliki kedisiplinan, rasa tanggung jawab, integritas, serta kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya membangun generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, serta mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan pertanian di daerah masing-masing.

Menurut Idha, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian krusial dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang ada di sektor pertanian. Oleh karena itu, generasi muda pertanian perlu dipersiapkan secara matang agar memiliki kemampuan beradaptasi serta mampu menjadi penggerak utama pembangunan.

Bagi mahasiswa baru, Pembinaan Kesadaran Bela Negara menjadi salah satu pengalaman awal yang berharga untuk memahami bahwa pendidikan pertanian tidak hanya berkaitan dengan penguasaan kemampuan teknis. Kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, dan integritas juga merupakan bagian dari kompetensi utama yang perlu dibangun dan dikembangkan selama masa pendidikan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia pertanian perlu dilakukan secara utuh dengan memperhatikan aspek kompetensi maupun karakter. Lingkungan pendidikan vokasi diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus belajar, berinovasi, serta menumbuhkan keberanian mengambil peran nyata dalam pembangunan pertanian.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyatakan bahwa pembinaan mahasiswa baru merupakan bagian dari proses awal untuk membangun karakter serta kesiapan mental mahasiswa selama menjalani pendidikan di lingkungan kampus.

Menurut Yoyon, nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian yang didapatkan melalui pembinaan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan akademik serta menjadi kebiasaan yang melekat pada diri mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara selanjutnya menjadi rangkaian pembinaan awal bagi mahasiswa baru Polbangtan Bogor. Setelah melalui tahap tersebut, mahasiswa akan melanjutkan pendidikan dengan pembelajaran akademik, praktik vokasi, pengembangan kepemimpinan, serta berbagai kegiatan lain yang mendukung pembentukan karakter.

Melalui sistem pendidikan yang memadukan kompetensi dan karakter secara seimbang, Polbangtan Bogor terus berkomitmen menyiapkan generasi muda pertanian yang profesional, disiplin, berintegritas, serta memiliki kesiapan penuh untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.
(and)