BOGOR – WARTA BOGOR – Rencana penambahan dua koridor baru layanan transportasi massal Biskita Transpakuan di Kota Bogor semakin konkret. Pemerintah Kota Bogor mulai menjajaki kerja sama dengan pihak investor untuk merealisasikan pembukaan Koridor K3 dan K4.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan, kedua koridor tersebut memiliki rute yang berbeda dan saat ini tengah ditawarkan kepada sejumlah calon investor. Skema awal pengoperasian koridor baru ini dirancang tanpa subsidi dari pemerintah daerah.
“Jadi sedang kita tawarkan ke beberapa calon investor yang berminat, skema awalnya non subsidi,” ujar Dedie dilansir Radar Bogor, Selasa, (10/2/2026).
Menurut Dedie, setidaknya sudah ada satu investor yang mulai melakukan kajian dan perhitungan investasi. Namun, pemerintah kota belum mengungkap identitas perusahaan tersebut dan masih menunggu hasil final dari perhitungan yang dilakukan.
“Sudah ada yang melakukan proses menghitung namun kita tunggu saja hasilnya,” kata Dedie.
Pemerintah Kota Bogor juga turut membuka opsi untuk kembali mensubsidi dua koridor baru itu tetapi proses penghitungannya mesti cermat.
Bila tanpa subsidi, biaya perjalanan Biskita diperkirakan diperkirakan mencapai Rp12.000 hingga Rp14.000 per sekali jalan.
Jika nantinya beroperasi tanpa subsidi, tarif perjalanan diperkirakan berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp14.000 per sekali jalan. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tarif saat ini sebesar Rp4.000 yang masih disokong subsidi pemerintah Kota Bogor.
Apabila dua koridor baru ini resmi beropereasi maka layanan Biskita Transpakuan telah mencapai enam koridor.
Adapun empat koridor yang saat ini sudah beroprasi yakni Koridor K1 dengan rute Bubulak hingga Cidangiang berikutnya K2 Bubulak sampai Ciawi.
Sementara Koridor K5 melayani rute Ciparigi hingga Stasiun Bogor dan terakhir Koriodor K6 melintas dari Parungbanteng hingga Stasiun Bogor.
Penambahan koridor Biskita Transpakuan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, rencana ini dinilai dapat mendukung wacana kebijakan Jaklingko.
Sumber: Radar Bogor