BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Jawa Barat Imbas Siklon Nokaen

JAWA BARAT – WARTA BOGOR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca untuk Rabu, 21 Januari 2026, dengan potensi hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina serta Bibit Siklon Tropis 97S di Laut Timur.

Prakirawan BMKG, Ranika, menjelaskan Siklon Tropis Nokaen saat ini terpantau berada di timur Laut Manila, Laut Filipina. Siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan minimum 1.000 hektopaskal.

“Siklon Tropis Nokaen bergerak ke arah timur dan diprakirakan melemah dalam 48 hingga 72 jam ke depan menjadi area bertekanan rendah,” ujar Ranika melalui kanal YouTube BMKG, Rabu (21/1/2026).

Meski melemah, keberadaan Nokaen masih meningkatkan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Laut Filipina, Filipina bagian utara, serta Samudera Pasifik timur Filipina. Sistem ini juga membentuk pola konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat siklon.

Selain itu, BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 97S di Laut Timur yang bergerak perlahan ke arah barat dan bersifat persisten. Dalam 24 hingga 48 jam ke depan, sistem ini berpotensi menguat saat memasuki perairan lepas pantai barat Laut Kimberley dengan arah gerak ke tenggara.

Namun, peluang Bibit 97S berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan masih tergolong rendah.

BMKG memprakirakan daerah konvergensi dan konfluensi meluas di berbagai wilayah, meliputi Sumatra Selatan, Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda, Banten hingga Jawa Timur, Kalimantan Timur bagian selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Laut Banda, Laut Arafuru, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan sangat lebat hingga ekstrem di Jawa Barat, serta hujan lebat hingga sangat lebat di Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

 

 

 

 

 

Sumber: metronews