Brigade Pangan CSR Sarolangun Bergerak! Kolaborasi Polbangtan Kementan Cetak Sawah Rakyat demi Ketahanan Pangan

SAROLANGUN-WARTA BOGOR — Semangat kolaborasi dalam membangun sektor pertanian terus diperkuat di Kabupaten Sarolangun. Hal ini terlihat nyata dalam kegiatan Pelaksanaan Brigade Pangan Tanggung Jawab Sosial (CSR) guna mendukung program Cetak Sawah Rakyat, yang digelar di Kantor Kecamatan Sarolangun, pada Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama berbagai unsur terkait di lingkungan pertanian Kabupaten Sarolangun ini berlangsung dengan suasana hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Tim Kerja Sarolangun, Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BRMP), para penyuluh pertanian selaku narasumber, serta anggota Brigade Pangan Batang Asai Tengah dan Brigade Pangan Sako Batuah.

Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah koordinasi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi dan penguatan strategi untuk mempercepat pengembangan sawah rakyat di Sarolangun. Para peserta berdiskusi secara aktif membahas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, penguatan kelembagaan Brigade Pangan, serta langkah-langkah peningkatan produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa program Cetak Sawah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan produksi pangan di tingkat daerah. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, perguruan tinggi, hingga petani dan pemuda tani yang bergerak di lapangan.

“Pertanian saat ini membutuhkan kolaborasi yang kuat. Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak di daerah untuk meningkatkan produksi, sekaligus menjaga semangat para petani dalam memajukan pertanian Indonesia,” ujar Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam pembangunan pertanian yang modern dan berdaya saing. Melalui kegiatan Brigade Pangan CSR, para petani dan anggota Brigade Pangan tidak hanya mendapatkan pendampingan teknis, tetapi juga dorongan motivasi agar terus berkembang dan mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman.

“Ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui ketersediaan lahan dan penerapan teknologi, tetapi juga melalui sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki keinginan untuk terus belajar,” tegas Arsanti.

Di sisi lain, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menilai keikutsertaan Polbangtan Bogor merupakan wujud nyata kontribusi pendidikan vokasi dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Menurutnya, mahasiswa dan tenaga pendidik pertanian perlu hadir secara langsung di tengah masyarakat, agar berbagai inovasi dan teknologi pertanian dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh para petani.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Yoyon Haryanto, menyampaikan bahwa kegiatan Brigade Pangan CSR menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat tani.

“Polbangtan Bogor berkomitmen untuk terus mendukung program Kementerian Pertanian melalui pendampingan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan inovasi pertanian di lapangan. Kami berharap keberadaan Brigade Pangan mampu menjadi energi baru yang segar bagi kemajuan pertanian di Sarolangun,” ungkap Yoyon.

Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, keberadaan Brigade Pangan diharapkan semakin aktif dalam mendorong percepatan pelaksanaan Cetak Sawah Rakyat, peningkatan produksi pangan, serta kesejahteraan para petani di Kabupaten Sarolangun.(wsd)