Fenomena Langka Haji 2026, Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada Hari Arafah

JAKARTA – WARTA BOGOR – Musim haji 2026 di Masjidil Haram diperkirakan akan terasa istimewa karena terjadi fenomena astronomi langka, yakni posisi matahari yang tepat berada di atas Ka’bah bertepatan dengan Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau Selasa (26/5/2026).

Dilansir dari Gulf News, posisi matahari akan berada tepat di atas Ka’bah pada siang hari sehingga bangunan tersebut tidak memiliki bayangan sama sekali.

Hal itu terjadi karena matahari berada sejajar lurus dengan titik kiblat umat Islam di seluruh dunia.

Fenomena matahari berada tepat di atas Ka’bah sebenarnya terjadi dua kali setiap tahun.

Sebelumnya, fenomena serupa juga terjadi pada 20 Juli 2023 setelah puncak ibadah haji tahun tersebut yang jatuh pada 26 Juni 2023. Kala itu, matahari juga berada dalam posisi sejajar tepat di atas Ka’bah.

Peristiwa ini dipengaruhi letak geografis Kota Mekkah yang berada di sekitar garis lintang 21,4 derajat utara, sehingga matahari tampak bergerak di antara garis khatulistiwa dan Garis Balik Utara.

Fenomena tahun 2026 menjadi istimewa karena bertepatan langsung dengan Hari Arafah. Para astronom menyebut peristiwa ini terakhir kali terjadi pada musim haji tahun 1993.

Menurut para ahli astronomi, keselarasan tersebut terjadi akibat perbedaan antara kalender Hijriah berbasis lunar dan kalender Gregorian berbasis matahari.

Siklus kalender lunar membutuhkan waktu sekitar 33 tahun untuk kembali sejajar dengan tanggal matahari yang sama.

Sementara itu, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan peristiwa astronomi alami yang berulang dan tidak selalu menyebabkan peningkatan suhu ekstrem.

Lembaga tersebut menjelaskan bahwa suhu udara tetap dipengaruhi berbagai faktor iklim lain seperti kelembapan, tutupan awan, kecepatan angin, hingga pergerakan massa udara, bukan semata-mata posisi matahari.

 

 

 

 

 

Sumber: CNN Indonesia