KARAWANG-WARTA BOGOR – Menjelang momentum bersejarah di sektor pertanian nasional, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) melaksanakan agenda coaching dan pendampingan intensif bagi para penyuluh pertanian di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan teknis sekaligus mental para penyuluh sebagai garda terdepan pembangunan pertanian dalam menyongsong Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/1).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak dapat dilepaskan dari peran vital penyuluh pertanian di lapangan. “Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Mereka yang memastikan kebijakan sampai ke petani dan diterapkan dengan benar. Karena itu, kesiapan penyuluh menjelang Panen Raya menjadi sangat krusial,” ujar Mentan Amran.
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, wilayah Karawang khususnya Kecamatan Cilebar memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target swasembada pangan. Coaching ini difokuskan pada penguatan pemahaman teknis, penyamaan persepsi, serta peningkatan kepercayaan diri penyuluh dalam mendampingi petani.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menekankan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi pendidikan vokasi pertanian dalam mengawal program strategis nasional. “Cilebar akan menjadi saksi sejarah pengumuman Swasembada Pangan Indonesia. Oleh karena itu, penyuluh harus memiliki kesiapan yang utuh—baik secara teknis maupun mental—agar mampu mengawal prosesi Panen Raya dan aktivitas pertanian di lapangan dengan optimal,” ungkap Yoyon.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa penguatan kapasitas SDM pertanian menjadi kunci keberlanjutan swasembada pangan. “Kami terus mendorong peningkatan kompetensi penyuluh agar adaptif terhadap dinamika lapangan dan perkembangan teknologi. Penyuluh yang kuat akan melahirkan petani yang mandiri dan produktif,” tutur Idha.
Agenda coaching dan pendampingan ini juga menjadi sarana konsolidasi antara pusat dan daerah untuk memastikan seluruh elemen memiliki pemahaman yang sama dalam menyukseskan Panen Raya. Sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani menjadi pondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Panen Raya direncanakan menjadi momentum penting bagi Kementerian Pertanian untuk menunjukkan kepada publik bahwa target swasembada pangan telah tercapai melalui kerja bersama yang solid dan berkelanjutan, dari tingkat kebijakan hingga praktik nyata di sawah. (wsd)