Jumlah Murid Dalam PTM Minimal 25 Persen

JAKARTA, WARTABOGOR.id-Melansir laman Ruang Guru PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Jokowi menekankan kebijakan PTM Terbatas tetap menempatkan perlindungan keselamatan, kesehatan serta orientasi berpusat pada peserta didik.

Pembelajaran Tatap Muka di sekolah yang saat ini sudah dilakukan di sejumlah daerah, lanjut Budi, wajib dilaksanakan secara terbatas dan tidak boleh melebihi dua hari dalam seminggu.

Jumlah murid yang hadir dalam PTM secara terbatas juga hanya boleh maksimal 25 persen dari total peserta didik.

“Setiap hari maksimal hanya 2 jam dan opsi menghadirkan anak di sekolah ditentukan orang tua. Semua guru harus selesai divaksinasi sebelum mulai. Jadi, mohon bantuannya kepada kepala daerah, prioritaskan guru dan lansia, terutama guru-guru ini harus sudah divaksinasi sebelum PTM,” ucap Budi seperti dirangkum dari laman Anggun Paud Kemendikbud Ristek, Selasa (8/6/2021).

Jokowi menjelaskan, PTM terbatas mewajibkan sekolah hanya membolehkan maksimal 25 persen siswa yang masuk. Kemudian kegiatan PTM tidak boleh dari dua hari dalam sepekan. Lalu pelaksanaan PTM maksimal hanya boleh dua jam.

“Hanya boleh maksimal 25 persen dari murid yang hadir. Tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam. Opsi untuk menghadirkan anak adalah ditentukan orang tua,” ucap Jokowi.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) sebelumnya menilai pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 harus secara hati-hati dilakukan. Sebab, varian baru Covid-19 dengan penularan lebih cepat telah banyak ditemukan di Indonesia.

Terdapat dua indikator mutlak sekolah bisa memulai PTM pada tahun ajaran baru Juli 2021 nanti, yaitu, tuntasnya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan (tendik), serta semua sekolah telah memenuhi daftar periksa kesiapan PTM yang tidak dapat ditawar-tawar.

Jika persyaratan belum terpenuhi, maka perpanjangan PJJ adalah opsi terbaik.

“Kami dari awal mendapatkan laporan dari jaringan P2G daerah, vaksinasi guru tendik terus berlangsung di daerah-daerah,” ujar Satriwan Salim. (Kompas.com)