Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Kabupaten Bogor, 27 Kecamatan Terdampak

BOGOR – WARTA BOGOR – Dampak musim kemarau di Kabupaten Bogor semakin meluas. Hingga akhir Juli 2026, lebih dari separuh dari total 40 kecamatan di wilayah tersebut mengalami kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih di ratusan desa.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sejak pertengahan tahun 2026 kekeringan telah menyebar ke berbagai wilayah, mulai dari bagian barat, utara, selatan, hingga timur Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan berdasarkan peta sebaran penanganan kekeringan, hingga 29 Juli 2026 terdapat 27 kecamatan dan 112 desa yang terdampak.

“Periode 10 Juni hingga 29 Juli 2026 taksiran dampak kekeringan terjadi di 27 kecamatan pada 112 desa,” ujar M. Adam Hamdani, Kamis (30/7/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Berdasarkan rekapitulasi penanganan hingga 25 Juli 2026, lebih dari 800 ribu liter air bersih telah didistribusikan kepada warga terdampak.

Menurut Adam, menurunnya intensitas hujan selama musim kemarau menyebabkan debit sejumlah sumber mata air terus menyusut, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

“Dikarenakan intensitas hujan yang menurun, mengakibatkan sumber mata air warga berkurang dan kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih,” katanya.

BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta melaporkan kepada pemerintah daerah apabila wilayahnya mengalami krisis air bersih agar penyaluran bantuan dapat segera dilakukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: TribunnewsBogor