WARTA BOGOR – Media Prancis untuk pertama kalinya menayangkan rekaman video perampokan di Museum Louvre pada Minggu malam, (18/1/2026). Rekaman kamera pengawas tersebut dirilis sekitar tiga bulan setelah peristiwa perampokan yang berlangsung pada Oktober 2025.
Video yang disiarkan oleh saluran TF1 dan televisi publik France Télévisions memperlihatkan aksi dua pencuri perhiasan yang dengan berani membobol lemari pajangan di Galeri Apollo.
Keduanya tampak mengenakan penutup wajah satu menggunakan balaclava hitam dan jaket kuning reflektif, sementara lainnya berpakaian serba hitam dengan helm sepeda motor.
https://x.com/franceinfo/status
Dikutip dari AFP, Senin (19/1/2026), kedua pelaku masuk ke galeri melalui jendela yang dibobol menggunakan alat pemotong cakram berdaya tinggi. Setelah berhasil masuk, mereka memotong etalase perhiasan di hadapan beberapa anggota staf museum.
Aksi tersebut berlangsung sekitar empat menit. Dalam rekaman, seorang staf terlihat memegang tiang pembatas yang biasanya digunakan untuk mengarahkan pengunjung.
Pihak pengelola Louvre menegaskan bahwa staf tidak dilatih untuk menghadapi perampok dan telah diinstruksikan untuk memprioritaskan keselamatan serta evakuasi pengunjung.
Perampokan yang terjadi di siang bolong itu menyoroti lemahnya sistem keamanan dan memicu kritik tajam terhadap manajemen museum. Serikat pekerja mendesak adanya peningkatan perekrutan petugas keamanan serta perbaikan pemeliharaan bangunan bekas istana kerajaan tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, aksi mogok kerja kerap terjadi. Penutupan operasional kembali dilakukan pada Senin lalu, menandai penutupan total Louvre untuk ketiga kalinya sejak Desember, yang membuat ribuan wisatawan terpaksa kecewa di luar museum.
Saat ini, empat tersangka telah ditahan polisi, termasuk dua pelaku utama. Namun, delapan perhiasan mahkota Prancis yang diperkirakan bernilai sekitar 102 juta dolar AS masih belum ditemukan.
Rekaman video tersebut, bersama sejumlah sampel DNA yang ditemukan di lokasi kejadian, menjadi bukti penting dalam penyelidikan kriminal yang masih berlangsung.
Rincian rekaman ini juga telah dilaporkan oleh sejumlah media Prancis, termasuk surat kabar Le Parisien.
Sumber: kompas