BOGOR – WARTA BOGOR – Pasangan Cawalkot Bogor Nomor Urut 3 Dedie A Rachim dan Wakilnya Jenal Mutaqin yakin hasil kemenangan di Pilkada versi Quick Count akan sama dengan keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin pun mengungkapkan telah merencanakan sejumlah program bila telah ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2025-2030.
Mewakili Dedie Rachim, Jenal Mutaqin mengatakan, hasil quick count Pilkada Kota Bogor kemungkinan tak akan berbeda jauh dari hasil real count KPU. Namun secara prinsip mereka akan tetap menunggu keputusan KPU.
“Saya bersyukur hasil quick count warga Bogor memberikan amanah bagi saya paslon 3. Saya menyampaikan terima kasih bagi warga Bogor,” katanya.
“Berapapun selisihnya yang penting kita bisa unggul. Ini adalah hasil dari semua pihak yang sudah mendukung kami,” sambungnya.
Dia berjanji bila menjadi pemimpin Kota Bogor lima tahun ke depan dia akan menjadi pemimpin yang amanah. Menjadi Wali kota dan wakil wali kota yang dicintai oleh seluruh masyarakat Bogor.
“Saat ditetapkan kita aka melakukan syukuran dan meminta doa kepada semua pihak agar doakan dan bersamai Dedie-Jenal lima tahun ke depan untuk Bogor yang lebih baik,” jelasnya.
Adapun program yang akan mereka lakukan pada 100 hari kerja yaitu berfokus kepada persoalan mendasar. Serta menjalin sinergitas dengan pemerintah pusat terhadap sejumlah program kerja nasional.
“Kita konsisten Pendidikan, kesehatan, angka pengangguran dan stunting. Zero stunting, amanat pusat ke saya itu wajib zero stunting di kota Bogor dan program makan gratis, kita akan kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional,” ucap Jenal.
Dia menyebut terpilihnya wali kota dan wakil wali kota baru membuat APBD perubahan 2025 Kota Bogor akan dipercepat agar bisa menyesuaikan program paslon terpilih. APBD perubahan akan dilakukan di bulan Maret dan akan mereka manfaatkan memasukkan program prioritas mereka.
“Ini kesempatan bagi paslon pemenang untuk breakdown menyesuaikan programnya dan keinginan pusat. Kita akan lakukan program makan bergizi gratis yang diamanahkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Dedie A Rachim menjelaskan di bidang pendidikan mereka akan memastikan tak ada masalah yang terjadi di PPDB sekolah. PPDB yang terjadi di sekitar bulan Februari ini sering memunculkan masalah mulai dari pendaftaran onlinenya, zonasi, dan sebagainya.
“Kita fokuskan supaya tidak terjadi lagi permasalahan-permasalahan yang secara klasik timbul lagi-timbul lagi. Jadi Insya Allah kita prioritasin dulu masalah pendidikan dalam 100 hari pertama,” jelasnya.
Sumber: Radar Bogor