BOGOR-WARTA BOGOR– Pelatihan UMKM Kemitraan Berkelanjutan se-Kecamatan Bogor Barat Angkatan Pertama telah sukses diselesaikan, membawa harapan baru bagi penguatan perekonomian daerah. Kegiatan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mengembangkan tulang punggung ekonomi lokal.
Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. M. Dody Hikmawan, S.E., yang menginisiasi program ini, menyampaikan kegembiraannya atas kelancaran pelaksanaan pelatihan.
“Kami fokus untuk meningkatkan kapasitas UMKM Bogor Barat agar tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Selain keterampilan teknis seperti produksi dan manajemen usaha, kami juga ajarkan tentang kemitraan berkelanjutan, cara membangun jejaring usaha, dan pola pikir kewirausahaan yang fleksibel menghadapi perubahan,” jelasnya.
Menurut Dody Hikmawan, langkah ini sangat penting mengingat peran strategis UMKM bagi masyarakat. “UMKM menyediakan lapangan kerja dan berkontribusi besar pada pendapatan daerah. Dengan memperkuat mereka, kita juga membangun ekonomi yang lebih kokoh dan merata,” tambahnya.
Pelatihan diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Dinas KUKM Dagin) Kota Bogor, dengan dukungan penuh dari pihak terkait.
Berlangsung selama beberapa minggu terakhir dan diselesaikan pada awal Januari 2026, kegiatan ini dilaksanakan di lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh peserta dari berbagai kelurahan di Kecamatan Bogor Barat.
Pihaknya mengakui bahwa banyak UMKM lokal masih menghadapi tantangan dalam hal kapasitas sumber daya manusia, akses ke kemitraan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan pasar.
Melalui Dody berharap menciptakan UMKM yang mandiri, tangguh, dan siap menjalin kerja sama dengan sektor swasta, BUMD, maupun lembaga keuangan untuk mengembangkan usahanya.
Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, pembangunan ekonomi di Kecamatan Bogor Barat diharapkan tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi lebih kepada penguatan kapasitas manusia yang menjadi inti dari perkembangan ekonomi.
Jika infrastruktur yang memadai dipadukan dengan SDM UMKM yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi lokal akan menjadi lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Sumber: Instagram @dodyhikmawancenter