GAZA – WARTA BOGOR – Para pemukim ekstremis Israel diduga memaksa warga Palestina membongkar makam seorang pria di wilayah Tepi Barat bagian utara. Jenazah tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi lain karena makamnya dianggap terlalu dekat dengan permukiman Israel di kawasan Sa-Nur.
Mengutip laporan The Times of Israel, Minggu (10/5/2026), insiden itu terjadi pada Jumat lalu. Dalam kejadian tersebut, sejumlah tentara Israel Defense Forces (IDF) disebut hanya menyaksikan saat warga Palestina dipaksa menggali kembali makam yang sebelumnya telah mendapat izin pemakaman.
IDF mengakui bahwa proses pemakaman memang telah dikoordinasikan sebelumnya. Namun, beberapa pemukim dari Sa-Nur datang membawa alat penggali dan meminta warga Palestina memindahkan jenazah tersebut.
“Pemakaman itu terletak 300 meter dari pemukiman Sa-Nur, yang didirikan kembali pada tahun 2025. Warga Palestina sekarang harus mendapatkan izin Israel untuk menguburkan jenazah mereka di sana,” ujar Kepala Kantor HAM PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, Ajith Sunghay.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga Palestina memindahkan jenazah pria bernama Hussein Asasa yang dibungkus kain putih. Proses tersebut berlangsung di bawah pengawasan tentara Israel dan para pemukim.
Keluarga korban mengaku mendapat lemparan batu dari para pemukim saat memindahkan jenazah.
Pihak IDF menyatakan mereka datang setelah menerima laporan adanya ketegangan di lokasi. Menurut mereka, alat penggali milik para pemukim telah disita dan tentara tetap berada di lokasi untuk mencegah bentrokan lanjutan.
Ajith Sunghay mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk dehumanisasi terhadap warga Palestina.
“Ini mengerikan dan mewujudkan dehumanisasi warga Palestina yang kita saksikan terjadi di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina tanpa ada yang luput, baik yang hidup maupun yang mati,” katanya dalam pernyataan di media sosial X.
Permukiman Israel di wilayah Tepi Barat sendiri selama ini dinilai ilegal menurut hukum internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, serangan pemukim terhadap warga Palestina disebut terus meningkat, mulai dari pembakaran lahan, penyerangan rumah, hingga aksi kekerasan terhadap warga sipil.
Sumber: SINDOnews