Presiden Otoritas Palestina Kutuk Hamas dan Desak Pembebasan Para Sandera

PALESTINA – WARTA BOGOR – Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas melontarkan kecaman terkerasnya terhadap Hamas sejak perang Jalur Gaza meletus 18 bulan lalu. Dalam pidatonya di hadapan Dewan Pusat Palestina di Ramallah, Abbas menuduh Hamas memberi pembenaran bagi Israel untuk terus menyerang Jalur Gaza.

Mahmoud Abbas menuntut kelompok itu segera membebaskan para sandera, melucuti senjata, dan menyerahkan kendali Jalur Gaza kepada PA.

“Hamas telah memberikan dalih kepada kriminal penjajah (Israel) untuk melakukan kejahatan di Jalur Gaza, yang paling utama adalah penahanan para sandera,” kata Abbas seperti dikutip dari BBC.

“Sons of dogs, lepaskan saja siapa pun yang kalian tahan dan sudahi semuanya. Tutup dalih mereka dan jangan libatkan kami.” lanjutnya.

Presiden berusia 89 tahun itu menyerukan agar Hamas menyerahkan tanggung jawab pemerintahan Jalur Gaza kepada PA dan bertransformasi menjadi partai politik.

Pidato Abbas memicu kecaman dari pihak Hamas.

Bassem Naim, anggota biro politik Hamas, menanggapinya dengan menyebut Abbas telah menggunakan “bahasa merendahkan terhadap bagian penting dan tak terpisahkan dari rakyatnya sendiri.” Ia menuding Abbas lebih sering menyalahkan rakyat Palestina daripada pendudukan Israel.

Hamas dan PA telah terpecah sejak lama, khususnya setelah Hamas merebut kendali atas Jalur Gaza pada 2007, setahun setelah memenangkan pemilu legislatif.

Sejak itu, PA hanya memerintah sebagian wilayah Tepi Barat, sementara Hamas menguasai Jalur Gaza. Perpecahan ini telah lama menghambat terbentuknya kepemimpinan Palestina yang bersatu.

PA selama ini menyatakan kesiapannya mengambil alih pemerintahan Jalur Gaza pasca-perang. Namun, banyak warga Palestina menganggap PA tidak cukup vokal dan efektif dalam mengambil tindakan, bahkan dituduh korup dan terlalu lunak terhadap Israel.

Pernyataan keras Abbas muncul di tengah kebuntuan diplomatik antara Hamas dan Israel. Pekan lalu, Hamas menolak proposal gencatan senjata Israel yang mencakup pembebasan 10 sandera dengan imbalan jeda enam minggu dalam pertempuran dan pelucutan senjata.

Hamas menegaskan hanya akan membebaskan semua sandera jika Israel menghentikan perang dan menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza. Kelompok ini juga tegas menolak menyerahkan senjata.

 

 

Sumber: Liputan6.com