Reshuffle Kabinet jadi Perhatian, ini Kata Pelaku Pasar

JAKARTA – WARTABOGOR.id – Kalangan pelaku pasar memberikan tanggapan yang beragam mengenai wacana perombakan menteri kabinet kerja yang kemungkinan akan dilakukan pekan ini.

Seperti diketahui, rencana perombakan kabinet sudah santer terdengar akhir-akhir ini. Selain itu ada momentum dua menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditangkap. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batubara. Komunikasi politik Presiden dan para petinggi partai pun sudah intensif dilakukan.

Chief Ekonomist Bank Mandiri, Andry Asmoro berpendapat, reshuffle diharapkan dapat memperbaiki penanganan covid-19 dalam negeri, sehingga bisa mengendalikan kasus covid-19.

“Perekonomian butuh ada kenaikan peningkatan confidence, ujungnya penanganan covid lebih baik, kita bisa mencegah peningkatan kasus Covid sendiri,” katanya, dalam paparan Economic Outlook 2021, Selasa (22/12/2020).

Dengan pandemi yang terkendali, maka aktifitas ekonomi dan kepercayaan pelaku pasar juga akan meningkat. Meski ia tidak memberikan komentar mengenai munculnya nama-nama tertentu pengganti Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

“Ujungnya, reshuffle menghasilkan dampak kepada pengendalian sektor kesehatan. Hal ini akan mendorong peningkatan confidence pasar, dampaknya ke perekonomian akan relatif meningkat,” katanya.

Dalam kesempatan lain, Head of Reseaches PT MNC Sekuritas, Edwin Sebayang berpendapat, pelaku pasar sebenarnya sudah mengetahui adanya sinyal perombakan kabinet ini. Ditambah dengan mencuatnya nama-nama yang tersiar ke publik.

Namun, kata Edwin, nama-nama ini masih spekulatif dan Presidenlah yang mempunyai hak prerogatif menentukan pembantunya yang laik untuk diganti.

“Wacanaengenai reshuffle saya dengar masih bersifat spekulatif dan hanya ingin ‘mengecek ombak’, pelaku pasar sudah terlalu berlebihan menanggapi kenaikan saham tertentu dengan nama tertentu. Padahal sifatnya masih cair dan spekulatif,” katanya dikutip dari CNBC, Senin (21/12/2020).

Namun demikian, adanya kocok ulang menteri Kabinet Jokowi diharapkan lebih baik dari yang sebelumnya, terutama di kementerian yang tersandung masalah hukum.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama wakil Presiden Ma’ruf Amin bahkan pada Selasa siang kemarin menggelar rapat empat mata guna membahas perombakan kabinet ini. Jokowi sudah memikirkan untuk merombak kabinet dalam beberapa bulan terakhir.

Sejumlah nama pun untuk mengisi posisi menteri pun mulai beredar. Misalnya saja, mencuat nama walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi kandidat terkuat mengisi posisi menteri. Risma dikabarkan akan mengisi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara yang tersandung kasus korupsi. Posisi Menteri Sosial kini dipegang olrh menko Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Tak hanya itu, juga muncul kabar, Terawan Agus Putranto yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan akan diganti. Budi Gunadi Sadikin, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disebutkan menjadi kandidat terkuat sebagai pengganti Terawan dalam memimpin Kementerian Kesehatan. (cnbcindonesia.com).