BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali melahirkan generasi muda pertanian yang siap berkarya. Melalui Sidang Terbuka Senat Pelantikan Lulusan dan Penganugerahan Ijazah Sarjana Terapan serta Ahli Madya Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Aula Kampus Cibalagung, Rabu (29/7/2026), para lulusan resmi dilepas untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia.
Momentum tersebut semakin istimewa dengan kehadiran mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian sekaligus akademisi Polbangtan Bogor, Momon Rusmono, yang menyampaikan orasi inspiratif bertajuk “Let’s Level Up: Mindset, Skill Set, dan Character Alumni Polbangtan Bogor”.
Di hadapan para wisudawan, Momon menegaskan bahwa kesuksesan di era modern tidak cukup hanya mengandalkan nilai akademik. Menurutnya, lulusan Polbangtan harus memiliki tiga modal utama, yaitu pola pikir yang terus berkembang (growth mindset), keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, serta karakter yang kuat.
“Jangan pernah berhenti belajar. Dunia berubah sangat cepat dan hanya mereka yang mampu beradaptasi yang akan terus maju. Jadilah pembelajar sepanjang hayat,” tegas Momon.
Ia menjelaskan bahwa lulusan pertanian masa kini harus menguasai keterampilan abad ke‑21, mulai dari berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, kepemimpinan, produktivitas, hingga kemampuan membangun jejaring.
Tak kalah penting, Momon mengingatkan bahwa karakter merupakan pondasi utama dalam membangun karier. Mengutip John R. Wooden, ia menyampaikan bahwa kehilangan karakter berarti kehilangan segalanya.
“Jagalah integritas, miliki visi yang jelas, susun strategi, lakukan eksekusi terbaik, dan bangun grit untuk menghadapi setiap tantangan,” pesannya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci utama mewujudkan swasembada pangan nasional. Oleh karena itu, lulusan Polbangtan diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membawa inovasi dan teknologi ke sektor pertanian.
“Indonesia membutuhkan sumber daya manusia pertanian yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil. Saya berharap lulusan Polbangtan berani berinovasi, menguasai teknologi, serta hadir bersama petani untuk meningkatkan produktivitas menuju swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kontribusi nyata alumni dalam mendorong transformasi pertanian nasional.
“Lulusan Polbangtan harus unggul dalam kompetensi, berkarakter kuat, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi penggerak pertanian modern di berbagai daerah,” katanya.
Senada, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, mengatakan bahwa pendidikan vokasi terus diperkuat melalui kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
“Kami ingin menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berwirausaha, serta mampu menjadi pemimpin sektor pertanian yang berdaya saing nasional maupun global,” ujarnya.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengajak seluruh lulusan menjadikan wisuda sebagai awal pengabdian kepada bangsa.
“Hari ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk berkarya. Jadilah alumni yang adaptif, inovatif, berintegritas, serta mampu menjadi pelopor regenerasi petani menuju pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern,” tutur Yoyon.
Melalui pelantikan ini, Polbangtan Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, berdaya saing global, dan siap mendukung program Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan serta pembangunan pertanian yang berkelanjutan. (wsd)