WARTA BOGOR – Perilaku para nabi kerap dijadikan teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Prinsip hidup yang mereka ajarkan dipercaya mampu membawa perubahan positif, termasuk dalam meraih kesuksesan.
Salah satu sosok yang mengaku terinspirasi dari kisah nabi ialah pengusaha asal Amerika Serikat (AS), David Steward.
Berkat prinsip hidup yang dipelajarinya dari kisah Nabi Nuh, ia berhasil membangun kerajaan bisnis hingga memiliki kekayaan fantastis.
Menurut data Forbes, David Steward memiliki harta senilai US$12,4 miliar atau sekitar Rp208 triliun. Pengusaha asal Missouri tersebut dikenal sebagai pendiri perusahaan teknologi World Wide Technology (WWT).
Inspirasi terbesar yang diambil Steward dari kisah Nabi Nuh ialah sikap pantang menyerah dan tidak mempedulikan cemoohan orang lain ketika menjalankan sesuatu yang diyakini benar.
Dalam kisah tersebut, Nabi Nuh mendapat perintah dari Tuhan untuk membangun bahtera besar sebagai persiapan menghadapi banjir besar yang akan melanda bumi. Selama proses pembangunan bahtera, Nabi Nuh kerap mendapat hinaan dan ejekan dari masyarakat karena dianggap melakukan hal aneh di tengah kondisi normal tanpa tanda bencana.
Meski begitu, Nabi Nuh tetap melanjutkan pekerjaannya hingga bahtera selesai dibuat. Ketika banjir besar benar-benar datang, bahtera tersebut menjadi penyelamat bagi Nabi Nuh, keluarga, umatnya, serta berbagai hewan dan tumbuhan.
“Saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledek kamu. Mereka jadi paling sering bersuara dan sok menilai kamu. Bahwa kamu tidak seharusnya mengejar mimpi dan ambisi kamu,” kata Steward kepada Forbes pada 2004, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Steward mengaku pengalaman hidupnya penuh dengan diskriminasi dan ejekan sejak kecil karena ia merupakan pria kulit hitam yang hidup miskin. Saat masih sekolah, ia harus menjalani sistem segregasi rasial yang memisahkan siswa kulit hitam dan kulit putih.
Ketika dewasa dan mulai merintis bisnis pada 1990-an, ia kembali mendapat banyak cemoohan. Namun, kisah Nabi Nuh membuatnya tetap teguh menjalankan impiannya.
Steward kemudian mendirikan World Wide Technology (WWT), perusahaan yang bergerak di bidang layanan teknologi komputer untuk korporasi. Pada masa itu, bisnis teknologi komputer masih dianggap asing sehingga banyak orang meragukan langkahnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Steward tetap yakin bahwa internet dan teknologi komputer akan menjadi kebutuhan utama di masa depan. Keyakinannya itu akhirnya terbukti seiring perkembangan teknologi global.
Bisnis WWT berkembang pesat dan menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat. Forbes pada 2022 mencatat WWT sebagai perusahaan swasta terbesar ke-27 di AS sekaligus perusahaan terbesar milik warga kulit hitam, dengan pendapatan mencapai US$17 miliar atau sekitar Rp285 triliun.
Sumber: CNBC Indonesia