5 Penyakit yang Awalnya Pandemi

WARTABOGOR.id-Berikut adalah beberapa penyakit yang awalnya pandemi, kemudian berubah menjadi endemi:

1. Black Death (1346-1353)

Black Death atau wabah pes merupakan pandemi yang mengakibatkan kematian sekitar 50 juta orang di seluruh dunia pada abad ke-14
Menurut para ilmuwan, wabah itu disebabkan oleh bakteri yang disebut Yersinia pestis, dan menjadi pandemi selama sekitar 4 tahun.

Wabah ini disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi. Basil pes, Yersinia pestis, masuk melalui gigitan dan menjalar melalui sistem limfatik ke kelenjar getah bening terdekat untuk mereplikasi dirinya sendiri.

Pada stadium lanjut infeksi, kelenjar getah bening yang meradang dapat berubah menjadi luka terbuka berisi nanah.

Penularan penyakit pes dari manusia ke manusia jarang terjadi. Wabah pes dapat berkembang dan menyebar ke paru-paru, yang bisa mengakibatkan pneumonia.

Setelah bisa tertangani, Black Death kemudian menjadi epidemi di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.

2. Flu Spanyol (1918-1920)
Wabah lainnya yang sempat menjadi pandemi adalah influenza, yang populer disebut flu Spanyol.
Mengutip laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), pandemi flu Spanyol ini dimulai pada tahun 1918, segera setelah Perang Dunia 1. Dalam kurun waktu dua tahun, penyakit ini mengakibatkan lebih dari 50 juta kematian.

Penyebabnya adalah virus H1N1 dengan gen yang berasal dari unggas.

Pada pertengahan tahun 2009, H1N1 sempat kembali merebak. WHO pun kembali menetapkan penyebaran virus ini sebagai pandemi.

Setelah mereda, pada 10 Agustus 2010, WHO mengumumkan berakhirnya pandemi influenza H1N1.

2. Flu Asia (1957-1958)

Pada Februari 1957, virus influenza A (H2N2) terdeteksi di Asia Timur dan segera memicu pandemi yang kemudian disebut Flu Asia.

Pada 1994, FDA menyetujui penggunaan Rimantadine yang berasal dari amantadine untuk mengobati influenza A.

3. Flu Hong Kong (1968)

Britannica mencatat, terjadi pandemi flu Hong Kong terdeteksi tahun 1968, di China pada Juli 1968.

Pandemi ini disebabkan oleh virus influenza A (H3N2), dan merupakan pandemi flu ketiga yang terjadi pada abad ke-20.

4. Kolera (1817)

Kolera merebak secara global pada 1817.

WHO mencatat, kolera adalah infeksi diare akut yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae.

Kolera masih menjadi ancaman global bagi kesehatan masyarakat akibat indikator ketidakadilan dan kurangnya pembangunan sosial.

Para peneliti memperkirakan, setiap tahun ada sekitar 1,3 hingga 4,0 juta kasus, dan 21.000 hingga 143.000 kematian di seluruh dunia karena kolera.

Meski demikian, kini kolera ditetapkan sebagai epidemi.

5. HIV/AIDS (1980an-sekarang)

Pada awal 1980-an, sebelum HIV diidentifikasi sebagai penyebab AIDS, infeksi diperkirakan hanya menyerang kelompok tertentu.

Pada November 1983, WHO mengadakan pertemuan pertama untuk menilai situasi AIDS global dan memprakarsai pengawasan internasional.

Saat itulah komunitas kesehatan global memahami bahwa HIV juga dapat menyebar di antara orang-orang heteroseksual, melalui transfusi darah, dan bahwa ibu yang terinfeksi dapat menularkan HIV kepada bayinya.

Selama beberapa dekade, belum diketahui obat untuk penyakit ini. Akan tetapi, pengobatan yang dikembangkan pada 1990-an hingga saat ini memungkinkan orang dengan penyakit ini untuk menjalani hidup normal melalui perawatan teratur. (kompas.com)