COTABATO CITY-WARTA BOGOR — Setelah puluhan tahun upaya perdamaian dan perjuangan pemerintahan mandiri yang lebih luas, Wilayah Otonomi Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM) siap memasuki momen bersejarah. Pada 14 September 2026 mendatang, untuk pertama kalinya rakyat Bangsamoro akan memilih anggota parlemen mereka sendiri,sebuah tonggak yang menandai puncak dari proses perdamaian yang berjalan puluhan tahun lamanya.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. menegaskan bahwa pemilihan bersejarah ini akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yaitu pada hari Senin kedua di bulan September. Pemerintah tetap berkomitmen untuk mewujudkan terbentuknya Parlemen Bangsamoro yang dipilih secara sah oleh rakyat.
“Kita bertekad untuk melaksanakannya… dan akhirnya mencapai impian serta tujuan kita memiliki parlemen yang sah hasil pilihan rakyat di Wilayah Otonomi Bangsamoro,” ujar Presiden Marcos Jr. saat kunjungannya ke Maguindanao del Norte pada 22 Juli lalu.
Pelaksanaan pemilihan ini didasarkan pada Undang-Undang Republik No. 12317 yang disahkan pada 25 Maret 2026, yang mengubah Undang-Undang Organik Bangsamoro dan menetapkan pemilihan parlemen reguler pertama pada hari Senin kedua bulan September 2026.
Keamanan Diperketat Jelang Hari Pemilihan
Komisi Pemilihan Umum Filipina (COMELEC) bersama kepolisian dan militer telah menyiapkan langkah pengamanan menyeluruh. Sebanyak 108 daerah ditetapkan sebagai “wilayah perhatian khusus.” Direktur Pemilihan COMELEC-BARMM, Atty. Ray Sumalipao, menyatakan bahwa persiapan telah matang melalui koordinasi erat dengan berbagai lembaga keamanan.
“Kita sudah sangat siap untuk pemilihan ini,” ungkap Sumalipao dalam wawancara eksklusif pada 27 Agustus lalu.
Rapat Komando Terakhir telah digabung yang dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Antonio Nafarrete, pimpinan kepolisian, serta Menteri Dalam Negeri. Bahkan Penjaga Pantai Filipina juga menyiapkan personel pengamanan tambahan. Sebanyak 9.463 personel kepolisian telah ditugaskan di seluruh wilayah BARMM, dengan hampir 5.000 personel dari Kepolisian Daerah Bangsamoro sendiri.
Ketua Menteri Bangsamoro Abdulraof Macacua mengingatkan bahwa suara rakyat adalah sebuah amanah.
“Suara pemilih itu suci. Ia adalah sebuah amanah yang dititipkan kepada setiap warga. Semoga pemilihan ini mencerminkan kehendak bebas rakyat Bangsamoro dan memperkuat pencapaian proses perdamaian,” ujarnya.
Edukasi Pemilih, Tantangan Terbesar
Sistem pemilihan parlemen ini berbeda dengan sistem yang selama ini dikenal masyarakat. Tidak ada pemilihan presiden, gubernur, walikota, maupun anggota dewan. Pemilih akan memilih 80 anggota parlemen yang terdiri dari 40 perwakilan partai wilayah, 32 perwakilan daerah pemilihan, dan 8 perwakilan golongan. Pemilih akan membuat delapan pilihan pada surat suara: satu partai politik, satu calon perwakilan daerah, dan enam perwakilan golongan.
Karena sistemnya baru, sosialisasi menjadi tantangan utama. COMELEC telah menjalankan tiga gelombang edukasi pemilih di 105 kecamatan dan tiga kota di wilayah BARMM. Kantor Informasi Bangsamoro juga terus memperkuat kampanye kesadaran pemilih agar masyarakat memahami cara mencoblos dan sistem perwakilan barunya.
Hampir 2,4 Juta Pemilih Siap Mencoblos
Sebanyak 2.393.000 pemilih terdaftar akan menggunakan 5.212 tempat pemungutan suara yang dikelompokkan di 1.186 pusat pemungutan suara di seluruh wilayah Bangsamoro. COMELEC juga telah menyiapkan solusi listrik cadangan berupa genset dan panel surya agar proses pemungutan suara tetap berjalan meskipun terjadi pemadaman listrik. Mesin hitung suara dirancang dapat beroperasi hingga 72 jam tanpa aliran listrik jala utama.
Ketua COMELEC George Erwin Garcia menegaskan bahwa hasil pemilihan diharapkan dapat diumumkan paling lambat pada 15 September pagi, sehingga rakyat mengetahui pemenang pada malam pemilihan atau keesokan harinya.
Semua persiapan telah matang — keamanan terjaga, pemilih mulai paham, dan sistem siap beroperasi. Langkah terakhir ada di tangan rakyat. Pada 14 September nanti, rakyat Bangsamoro tidak sekadar mencoblos — mereka sedang membuka lembaran baru sejarah demokrasi di tanah damai.
Sumber: Bangsamoro Information Office, https://bangsamoro.gov.ph
Tanggal rilis asli: 9 September 2026