BOGOR – WARTA BOGOR – Pengurangan angkot dari pusat Kota Bogor masih menjadi target Wali Kota Bogor, Bima Arya. Ia telah menyiapkan strategi yang akan dimaksimalkannya di sisa 4 bulan kepemimpinannya hingga bulan April 2024 mendatang.
Starategi pertama, Bima berjanji akan kembali mengupayakan hadirnya subsidi yang menjadi kunci program konversi 3 angkot menjadi 1 bus. Subsidi ini direncanakan berasal dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta maupun APBD Pemerintah Kota Bogor.
“(Rencana) kemarin meleset karena subsidinya batal. Sehingga konversi tertunda karena subsidi. Ke depan sangat mungkin subsidi itu bisa datang dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat atau dari Jakarta. Atau kalau teman-teman dewan (DPRD) sepakat, bisa dari anggaran pemkot. Karena tidak mungkin trasnportasi tanpa subsidi. Sangat ditentukan subsidi,” ujar Bima Arya, Sabtu (30/12/2023).
Dengan cara ini, Bima ingin penambahan dua koridor Biskita dalam program Buy The Service (BTS) bisa segera terwujud sebelum April 2024.
Strategi yang kedua yaitu pengurangan jumlah angkot dengan membatasi usia maksimal angkot yakni 20 tahun. Bima menyebut rencana itu akan diterapkan secara bertahap hingga bulan April 2024. Menurut Bima, strategi ini butuh ketegasan dari dinas terkait.
Strategi terakhir yang bakal diterapkan oleh Bima yakni memutar atau merombak trayek angkot yang menurutnya saat ini terlalu menumpuk. Terutama di kawasan Lawang Seketeng, Jalan Pedati, dan ruas Jalan Otista menuju Empang.
“Kalau 3 strategi ini konsisten, akan terjadi percepatan pengurangan angkot. Saya akan kejar lagi mudah-mudahan sampai April secara signifikan angkot bisa berkurang,” kata Bima.
Sumber: Radar Bogor