Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA – WARTA BOGOR – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan rencana penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3 kilogram (kg) sebagai pengganti LPG 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga.

Jika rencana tersebut terealisasi, Indonesia disebut akan menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan CNG dalam tabung ukuran setara LPG 3 kg untuk memasak.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah saat ini sedang menyiapkan peta jalan agar proses transisi dari LPG ke CNG dapat berjalan aman dan efisien.

Nantinya, tabung CNG 3 kg akan menggunakan teknologi tabung Tipe 4 berbahan serat fiber yang dikenal ringan namun mampu menahan tekanan gas tinggi.

“(CNG 3 kg) pertama kali (di dunia) memang tantangannya banyak seperti kata Pak Menteri tadi tapi kan kita nggak akan pernah berhasil kalau nggak pernah menghadapi tantangannya itu,” ujar Laode dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM di Jakarta, dikutip Jumat (29/5/2026).

Menurut Laode, teknologi tabung Tipe 4 selama ini baru digunakan secara global untuk ukuran setara LPG 12 kg ke atas. Karena itu, pengembangan tabung CNG 3 kg menjadi tantangan baru dalam industri energi.

“Jadi tabung ini kan kita bikin tipe 4 ini memang belum ada di dunia untuk menggantikan untuk setara LPG 3 kilo ya yang ada yang setara LPG 12 kilo yang sudah dipakai sekarang ke atas itu baru dipakai ya,” katanya.

Selain inovasi teknologi, pemerintah juga menilai penggunaan CNG dapat mengurangi beban subsidi energi nasional hingga 30–40 persen. Hal itu karena CNG memanfaatkan gas alam domestik, sementara LPG masih bergantung pada impor yang mencapai sekitar 7 juta ton per tahun.

“Setelah dihitung-hitung tadi Pak Menteri menyampaikan sebenarnya masih tetap diperlukan adanya subsidi tetapi subsidi itu berkurang tadi bisa 30 sampai 40% karena proses efisiensinya kita CNG ini yang punya kita sendiri dibanding dengan kita harus impor,” tambah Laode.

Pemerintah juga memastikan masyarakat tidak perlu mengganti kompor atau melakukan modifikasi besar pada peralatan memasak. Sistem katup atau valve pada tabung CNG akan dirancang agar kompatibel dengan perangkat yang selama ini digunakan untuk LPG 3 kg.

“Ide awalnya itu harus sama sama LPG 3 kilo nggak boleh berbeda nanti kalau berbeda ibu-ibunya merasa keberatan nanti. Masyarakat tidak perlu mengganti kompor,” tandasnya.

 

 

 

 

 

 

Sumber: CNBC Indonesia