Dalil Tentang Qurban dan Keutamaannya

JAKARTA-WARTABOGOR.id – Pengertian Qurban dalam ilmu fiqih dikenal juga dengan istilah udhhiyah. Di dalam kitab Al-Jaami’ Liu Ahkaamil Qur’an Imam Al Qurtubi mendefinisikan udhhiyah secara bahasa dengan ‘kambing yang disembelih pada waktu dhahwah (waktu dhuha).

Sedangkan udhhiyah menurut syara’ sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Abdiin dalam kitab Hasyiah Ibnu Abdiin adalah “Hewan yang disembelih dengan tujuan bertaqqarub kepada Allah SWT di hari Nahr dengan syarat-syarat tertentu.

Dalam buku ‘Fiqh Ibadah’ oleh Zaenal Abidin, perintah menyembelih hewan Qurban ini disebutkan oleh Allah SWT dalam Surat Al Kautsar ayat 1-3

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ

Innaa a’htainaa kalmautsar

Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

fa salli lirabbika wanhar

Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ

Inna syaani aka huwal abtar

Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Tentang hukumnya, terdapat dalil hadist tentang hukum Qurban. Diriwayatkan dalam hadist Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda : “saya diperintahkan untuk menyembelih Qurban dan Qurban itu sunnah buat kamu.”

Dilansir dalam buku Fiqh Qurban Perspektif Mahzab Syaafi’iy’ oleh Muhammad Ajib Lc., ada beberapa dalil pensyariatan Qurban, diantaranya sebagai berikut :

Dalil yang pertama adalah hadist riwayat Imam Muslim tentang hewan Qurban. Rasulullah SAW menyembelih 2 ekor kambing kibash yang bertanduk, beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sambil menyebut Nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan Kali beliau di atas pangkal lehernya.

Dalil yang kedua tentang hukum Qurban ini adalah hadist shahih riwayat Imam Ahmad dan Imam Al Hakim yang berbunyi sebagai berikut :

“Tiga perkara yang bagiku hukumnya fardhu tapi bagi kalian hukumnya tathawwu’ yaitu sunnah, yaitu solat witir, udhhiyah dan solat dhuha.” ( HR. Ahmad dan Al-Hakim)

Dalil yang ketiga adalah hadist shahih riwayat Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan imam Al Hakim yang berbunyi :

Dari Abi Hurairah ra : Rasulullah SAW bersabda : siapa yang memiliki kelapangangan tapi tidak menyembelih Qurban, janganlah mendatangi tempat solat kami.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).

Keutamaan berqurban disebut juga dalam riwayat hadist Imam At- Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah dari Aisyah ra Rasulullah SAW bersabda :

“Tidaklah seorang anak Adam melakukan pekerjaan yang paling dicintai Allah pada hari Nahr kecuali mengalirkan darah (menyembelih hewan Qurban). Hewan itu nanti pada hari kiamat akan datang dengan tanduk, rambut dan bulunya. Dan pahala Qurban yang menetes pada suatu tempat sebelum menetes ke tanah. Maka hiasilah dirimu dengan ibadah Qurban.”(detik.com)