BANYUASIN-WARTABOGOR.id –Pandemi Covid-19 memberi dampak pada semua sektor tak terkecuali pendidikan. Adanya instruksi untuk melakukan kegiatan sekolah dan perkuliahan dilakukan dari rumah dengan daring (online/e-learning) atau bentuk penugasan lainnya pun dirasakan oleh seluruh peserta didik termasuk mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia.
Praktis aktivitas mahasiswa Polbangtan Bogor pun berubah dan harus menyesuaikan kondisi di tengah pandemi dengan Learn From Home (LFH). Meski demikian, nampak senyum merekah di wajah mahasiswa Polbangtan Bogor Vera Realita Pasaribu (tingkat III), Marini (tingkat II) dan Yoga Mitra Pratama (tingkat I) yang sedang melakukan pendampingan pada Kelompok Tani Bangau di Desa Rejodadi, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Pasalnya untuk pertama kali mereka memanen sayur gambas, pare, dan mentimun bersama petani. “Kami panen bersama di lahan Bapak Sutrisno selaku pemilik usahatani,” jelas Vera.
Sutrisno memulai usahataninya sejak 4 tahun yang lalu. Ia sangat antusias sekali dalam memanfaatkan lahan kosong yang berada di dekat rumahnya. Lahan yang diolah untuk usahatani saat ini adalah lahan perkebunan karet. Sambil merawat dan menunggu tanaman karet besar, ia memanfaatkan lahan kosong di sela-sela tanaman karetnya.

Selain sayuran Sutrisno ternyata juga menanam buah melon. “Dalam waktu dekat ini juga akan saya panen melon,” imbuhnya.
“Saya sangat bersyukur sekali ketika panen berhasil. Tidak melihat banyak atau sedikit, yang penting adalah kepuasan hati menikmati hasil dari prosesnya,” ucapnya lega.
Keberhasilan ini juga menambah semangat lelaki paruh baya ini untuk terus melatih diri dalam budidaya beragam tanaman hortikultura. Ia kerap memperoleh hasil yang memuaskan dari budidaya yang lain seperti sawi, pakcoy, tomat, jagung manis dan terong. Hasil panennya tidak jarang ia bagikan keluarga, saudara dan tetangganya.
Vera dan kawan-kawannya juga mendapat bekal mentimun dan gambas dari Sutrisno untuk dibawa pulang. “Bapak Sutrisno juga berencana akan menanam buah semangka dan cabai di lahan baru yang terletak di sebelah lahannya yang lama. Kita doakan, semoga berhasil ya, Aamiin,” ucap Vera.
Selama pendampingan, mereka selalu dibimbing oleh penyuluh setempat Suci Kuswati “Saya berharap juga, di tengah pandemi ini. Hasil daripada petani dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di daerah Sembawa terlebih dahulu khususnya, baru daerah yang lain,” pungkasnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta agar insan pertanian untuk terus aktif bergerak menjaga ketersediaan stok pangan di saat pandemik COVID-19.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan civitas akademika, yaitu mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk turun mendampingi petani, serta membantu penyuluh pertanian untuk aktif mendampingi petani melakukan proses produktivitas pangan.
Mahasiswa Polbangtan pun diharapkan agar dapat mengajarkan petani melakukan diversifikasi pangan lokal yang mempunyai nilai tambah dan bergizi, terutama pangan lokal yang dapat meningkatkan imunitas tubuh manusia di saat pandemik COVID-19. Peran petani juga diharapkan tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tetapi harus cerdas melakukan aktivitas pascapanen dan olahannya.
Pewarta : Arif Prastiyanto – Polbangtan Bogor