Efisiensi BBM, Pemerintah Indonesia Pertimbangkan Kerja 4 Hari seperti di Filipina

JAKARTA – WARTA BOGOR – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penerapan sistem kerja empat hari dalam sepekan sebagai salah satu langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Wacana tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global.

Namun, Bahlil menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah terkait kebijakan tersebut.

“Belum ada keputusan yang pasti, karena dalam kondisi yang tidak stabil seperti ini kita harus mencari berbagai alternatif,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, pemerintah masih mempelajari berbagai opsi kebijakan yang dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas energi nasional. Salah satu fokus utama saat ini adalah mendorong efisiensi penggunaan BBM di berbagai sektor.

Wacana tersebut mencuat setelah Filipina lebih dulu menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan sebagai respons terhadap dampak konflik di Timur Tengah.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyatakan kebijakan itu bertujuan mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan negaranya akibat meningkatnya ketegangan global.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Senin (9/3/2026) dan diterapkan terlebih dahulu di kantor-kantor pemerintahan. Meski demikian, aturan itu tidak berlaku bagi pekerja layanan publik seperti kepolisian dan pemadam kebakaran.

Lonjakan harga BBM di Filipina diperkirakan terjadi setelah Iran menutup jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Iran menyatakan akan menyerang kapal yang melintas di kawasan tersebut, kecuali kapal milik China dan Rusia.

Penutupan jalur pelayaran tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi minyak global serta meningkatnya harga energi di berbagai negara.

 

 

 

Sumber: CNN Indonesia