BOGOR-WARTA BOGOR – Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Bogor menggelar Kajian Spesial Isra’ Mi’raj dengan tema “Spirit Isra’ Mi’raj: Meningkatkan Spiritualitas Keluarga dalam Menegakkan Shalat sebagai Pilar Utama di Era Globalisasi”. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Masjid Raya Al Muttaqin, Tegal Gundi, Bogor Utara, pada Senin (19/01/2026).
Ratusan jamaah muslimah memadati ruang utama masjid sejak pukul 07.30 WIB untuk menyimak paparan dari dua narasumber inspiratif, yakni tokoh pendidik Ustdzh Dra. Euis Sufi Jatiningsih, M.Pd., dan aktor religius Ust. Cholidi Asadil Alam, yang dikenal luas sebagai pemeran Mas Azzam dalam film Ketika Cinta Bertasbih.
Shalat sebagai Filter Teknologi
Dalam sambutannya, Ketua PD Salimah Kota Bogor, Ratnih Suratnih, menekankan bahwa tantangan mendidik anak di tahun 2026 semakin kompleks akibat arus informasi global yang tak terbendung.
“Di era globalisasi yang serba cepat ini, keluarga muslim menghadapi tantangan moral yang besar. Isra’ Mi’raj bukan sekadar napak tilas sejarah, tapi momentum bagi para ibu di Kota Bogor untuk memastikan shalat tegak di dalam rumah. Shalat adalah satu-satunya ‘tali’ yang menjaga anak-anak kita agar tidak hanyut oleh dampak negatif teknologi dan perubahan zaman,” ujar Ratnih di hadapan para peserta.
Membangun Benteng Spiritual
Senada dengan hal tersebut, Ustdzh Dra. Euis Sufi Jatiningsih, M.Pd. memaparkan bahwa kualitas sebuah bangsa dimulai dari kualitas ibadah di dalam rumah tangga. Menurutnya, ibu memiliki peran sentral sebagai pendidik utama.
“Spirit Isra’ Mi’raj adalah spirit kedisiplinan dan kepasrahan kepada Allah. Jika seorang ibu mampu menanamkan kecintaan terhadap shalat sebagai pilar utama, maka ia sedang membangun benteng spiritual yang tak tertembus. Kualitas shalat anggota keluarga berbanding lurus dengan kualitas ketahanan keluarga tersebut,” jelasnya.
Inspirasi dari Sang Aktor
Sementara itu, Ust. Cholidi Asadil Alam memberikan perspektif yang lebih praktis dan populer bagi para orang tua. Ia menganalogikan shalat dengan kebutuhan dasar manusia di era digital.
“Shalat itu ibarat ‘koneksi’ kita dengan Sang Pencipta. Di zaman sekarang, kita panik kalau gadget kehilangan sinyal, tapi seringkali tenang-tenang saja saat koneksi kita dengan Allah terganggu. Kita harus menunjukkan kepada anak-anak bahwa berkomunikasi dengan Allah melalui shalat adalah kebutuhan yang lebih utama daripada segalanya,” tutur Ust. Cholidi.
Acara yang berakhir pada pukul 11.00 WIB ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan keluarga-keluarga di Kota Bogor. Melalui kegiatan ini, PD Salimah Kota Bogor berharap dapat terus konsisten menjadi penggerak dalam penguatan karakter perempuan dan keluarga Indonesia yang religius serta tangguh menghadapi perkembangan zaman.
Pewarta: Iskandar