Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Jika Digigit Ular

WARTA BOGOR- Ada sejumlah hal tidak boleh dilakukan ketika memberikan pertolongan pertama kepada diri sendiri atau orang lain setelah digigit ular.

Pasalnya pertolongan yang keliru bisa memperparah pembengkakan pada bagian tubuh tertentu bahkan kematian beberapa waktu setelahnya.

Di samping itu, bisa ular yang telanjur masuk ke dalam tubuh berisiko menyebar lebih cepat melalui aliran darah jika kita salah bereaksi.

Jenis bisa ular
Perlu diketahui dulu bahwa bisa ular punya jenis yang berbeda-beda. Dilansir dari Cleveland Clinic, berikut daftarnya:

Sitotoksin: menyebabkan pembengkakan dan kerusakan jaringan
Hemoragik: dapat mengganggu pembuluh darah
Antipembekuan: mencegah darah dari pembekuan
Neurotoksin: menyebabkan kelumpuhan atau kerusakan lain pada sisten saraf
Miotoksin: dapat merusak otot.

Tidak semua gigitan ular berbahaya. Karena ada dua jenis gigitan ular yang dapat bereaksi pada korbannya.

Gigitan kering: ini terjadi ketika ular tidak mengeluarkan racun apa pun. Gigitan kering biasanya dilakukan oleh ular yang tidak berbisa.
Gigitan berbisa: ini berbahaya karena ular bisa mentransmisikan bisa ketika mematuk manusia.

Jenis ular berbisa
Ular yang memiliki bisa dibagi menjadi dua, yakni:

Elapids (jenis kobra): ada sekitar 300 spesies Elapidae yang berbisa, termasuk kraits, mamba, ular karang, dan ular laut.
Jenis ular ini punya taring pendek di depan rahang atas dengan racun neurotoksin yang membahayakan jaringan tubuh atau sel darah.

Viper: ada lebih dari 200 spesies Viperidae, termasuk pit viper seperti ular derik, copperheads, water moccasins, atau cottonmouths, dan old-World vipers (adders).
Jenis ular ini punya taring yang panjang, berongga, dan berbisa yang menempel pada tulang dan dapat digerakkan di rahang atas.

Gigitan kering dari ular yang tidak berbisa dapat menyebabkan pembengkakan atau kemerahan di sekitar luka
Muncul bekas gigitan yang terlihat seperti luka tusukan atau tanda kecil
Rasa sakit menusuk, berdenyut, sensasi terbakar di sekitar bekas gigitan ular, sakit di seluruh badan
Kemerahan , pembengkakan, atau kerusakan jaringan
Pembekuan darah dan pendarahan yang tidak normal. Pendarahan yang para bisa menyebabkan perdarahan atau gagal ginjal
Tekanan darah rendah, detak jantung lebih rendah, atau denyut nadi menjadi lemah

Mual, diare, muntah, gelisah, sakit kepala, pusing, dan pandangan kabur
Sulit bernapas
Produksi air liur dan keringat meningkat
Otot melemah dan mati rasa di wajah atau anggota tubuh.
Di sisi lain, korban gigitan ular bisa merasakan reaksi alergi seperti syok anafilaksis.

Itu menyebabkan gejala-gejala lain, seperti:

Kesulitan berbicara karena sesak napas di tenggorokan dan lidah yang bengkak
Pucat pada anak-anak
Batuk atau mengi secara terus-menerus.

Simak cara memberikan pertolongan setelah ular menggigit. Apa saja?

Panggil bantuan medis, seperti menelepon ambulans.
Lepaskan perhiasan dan jam tangan karena berisiko melukai kulit jika terjadi pembengkakan
Posisikan bagian tubuh yang digigit ular lebih rendah dari jantung untuk memperlambat penyebaran racun melalui aliran darah
Korban gigitan ular disarankan tidak banyak bergerak supaya racun tidak cepat menyebar
Balut gigitan ular dengan perban yang bersih dan kering. Pastikan perban menutup secara rapat dan dibungkus dengan perban tambahan supaya kencang.
Yang tidak boleh dilakukan jika digigit ular
Gigitan ular bisa membuat korban panik. Meski begitu, ada sejumah hal yang tidak boleh dilakukan. Simak yang berikut ini:

Jangan memegang, membungkus, atau membunuh ular karena hewan melata ini bisa menggigit kembali. Bahkan, ular mati pun masih bisa menggigit
Jangan gunakan tourniquet
Jangan memotong luka gigitan
Jangan menyedot bisa ular dengan mulut
Jangan mengoleskan es atau menggunakan air untuk merendam gigitan ular
Jangan minum alkohol
Jangan minum kafein
Jangan minum obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen.
(Kompas.com)