Harap Tak ada Lagi Jalan Rusak di Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi Perintahkan Semua Duit Pajak Kendaraan Rp 8 T digunakan Perbaikan Jalan

BANDUNG – WARTA BOGOR – Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih, Dedi Mulyadi prihatin terkait masih banyaknya jalan-jalan rusak yang terdapat di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi memerintahkan semua anggaran pendapatan dari pajak kendaraan digunakan untuk menyelesaikan masalah jalan rusak di wilayah Jabar.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan (Bapenda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan saat ini pendapatan Provinsi Jawa Barat dari pajak kendaraan mencapai Rp 8 triliun.

Dedi Mulyadi menjelaskan pajak dari kendaraan bermotor sebesar Rp5 triliun, sedangkan dari balik nama kendaraan Rp3 Triliun.

Sementara itu, pada tahun sebelumnya anggaran untuk perbaikan jalan hanya sekitar Rp900 miliar.

Gubernur Jabar terpilih, Dedi Mulyadi menegaskan, pihaknya harus konsisten dan 100 persen anggaran tersebut harus balik ke masyarakat.

“Silakan mikir enggak bisa, kan harus konsisten antara yang diucapkan dan yang dilaksanakan,” ujar Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi menyebut, saat ini di provinsi Jawa Barat jika masih ada jalan yang jelek tidak logis karena pendapatan kendaraannya saja Rp8 Triliun.

Menurut Dedi Mulyadi, kalau pendapatannya dibalikin ke jalan enggak usah menunggu 5 tahun, setahun Jalan provinsi selesai tuntas.

“Kan kebutuhannya cuma Rp4 triliun, pendapatannya Rp8 triliun, wah bisa dilapis dua tingkat,” kata Dedi Mulyadi.

“Berarti selesai, nah gimana caranya sekarang kita semua berpikir pada konsistensi apa yang saya ucapkan, anggaran Rp8 triliun harus untuk infrastruktur jalan,” tambahnya.

Selain itu, Dedi Mulyadi menyebut, jalan infrastruktur berarti bangun Jalan provinsi, membuat flyover, underpass, LRT atau Lintas Rel Terpadu, BRT atau Bus Rapid Transit bisa setahun saja cukup.

“Jadi, rakyat bayar pajak setahun itu cukup untuk membangun seluruh kebutuhan infrastruktur Jawa Barat,” jelas Dedi Mulyadi.

“Untung ini bukan Amerika, kalau ini Amerika digugat, rakyat mempertanyakan esensi dari pajak kendaraan bermotor, mayar (bayar) pajak tapi Jalan butut (rusak),” sambungnya.

 

 

 

Sumber: Radar Bogor