BOGOR – WARTA BOGOR – Pengadaan motor listrik yang disebut akan digunakan untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor.
Ketua IGI Kota Bogor, Siti Amalia, menilai kebijakan pembagian motor listrik tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas, terutama jika dibandingkan dengan kebutuhan sektor pendidikan saat ini.
“Apakah benar kepala SPPG tidak memiliki kendaraan operasional sehingga perlu dibelikan motor listrik,” kata Amalia mempertanyakan kebijakan tersebut.
Menurutnya, pemerintah dinilai kurang peka terhadap kondisi pendidikan, mengingat masih banyak program yang membutuhkan dukungan anggaran besar untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Jika anggaran tersebut dialihkan untuk merenovasi sekolah yang kurang layak, tentu banyak sekolah di Indonesia yang bisa menjadi lebih nyaman untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Selain itu, Amalia juga menyarankan agar anggaran tersebut digunakan untuk penambahan tenaga pendidik. Ia menyoroti banyaknya guru yang memasuki masa pensiun, sehingga beban kerja guru yang tersisa semakin meningkat.
“Dengan penambahan tenaga pendidik, guru dapat mengajar dengan jam yang lebih manusiawi dan proses pembelajaran pun dapat berlangsung lebih optimal,” terangnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, pemerintah telah menyiapkan sekitar 25.000 unit motor listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional bagi kepala SPPG dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
Sumber: Radar Bogor