Ini Dia 7 Tips Mencegah Sakit Maag Lewat Perubahan Pola Makan

JAKARTA-WARTABOGOR.id- Penyakit maag ( dispepsia) sudah tak asing di telinga. Karena kerap kambuh, penyakit ini sering kali mengganggu aktivitas.

Menurut Medical News Today, dokter akan mendiagnosa seseorang mengalami penyakit ini jika mengalami gejala seperti:

Kembung.
Mual dan muntah.
Nyeri yang berhubungan dengan sistem pencernaan.
Sensasi terbakar di saluran pencernaan.
Perasaan terlalu kenyang setelah makan.
Merasa kenyang terlalu cepat saat makan, dan lainnya.
Menurut buku “Maag-Kenali, Hindari dan Obati” yang ditulis oleh Nurheti Yuliarti, sakit maag bisa disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori, tetapi juga bisa disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat.

Salah satu aspek penting dalam menerapkan gaya hidup sehat adalah menerapkan pola makan sehat.

Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dan teratur bisa menjadi langkah awal untuk mencegah penyakit ini.

Pastikan makanan Anda menyertakan zat gizi beragam dengan menyertakan karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin, serta memenuhi kebutuhan serat tubuh.

Selain itu, pastikan pula Anda mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap harinya.

Beberapa tips makan yang bisa diterapkan untuk mencegah sakit maag, antara lain:

1. Kurangi konsumsi sayuran mentah atau sayuran yang berpotensi menghasilkan gas di saluran pencernaan, seperti sawi, kol dan bunga kol.

2. Jika ingin meningkatkan konsumsi serat dari sayuran, lakukan secara bertahap hingga bakteri baik yang membantu mencerna sayur siap terlebih dahulu. Sebab, mengonsumsi sayuran dengan jumlah banyak secara tiba-tiba bisa menyebabkan kembung karena tubuh masih dalam posisi kekurangan jumlah bakteri baik yang membantu mencerna sayuran tersebut.

3. Kurangi minuman bersoda karena akan menambah jumlah gas di saluran pencernaan.

4. Kurangi makanan dan minuman yang rasanya asam karena akan semakin memperburuk kondisi lambung yang sudah kelebihan asam lambung.

5. Kurangi makanan berlemak, pedas dan asam, seperti opor, durian, Masakan Padang, Pempek Palembang, dan lainnya. Cara memasak dengan ditumis, dipanggang, dipepes, disup, atau direbus sangat disarankan, serta hindari makanan yang terlalu banyak digoreng atau bersantan kental.

6. Jika Anda sedang atau pernah menderita sakit maag, hindari makanan tinggi lemak, seperti kulit unggas dan gajih segala macam daging, serta bahan makanan yang banyak mengandung gas seperti kol, kembang kol, nangka, durian, minuman bersoda, kopi, dan alkohol.

7. Makan perlahan dan jangan langsung berbaring setelah selesai makan, meskipun Anda merasa mengantuk karena kekenyangan. Tunggu hingga kurang lebih satu jam agar sebagian besar makanan sudah meninggalkan lambung menuju ke usus. Anda bisa beraktivitas terlebih dahulu, seperti membersihkan bekas makan, merapikan rumah, atau aktivitas lainnya sebelum berbaring.

Kapan harus ke dokter?
Banyak orang mengalami penyakti maag ringan dari waktu ke waktu dan mengelolanya dengan perubahan gaya hidup atau obat-obatan yang dijual bebas di pasaran.

Namun, Anda harus mencari bantuan medis jika sering mengalami gangguan pencernaan atau gejala yang Anda alami semakin memburuk.

Beberapa kondisi yang dianggap perlu bantuan penanganan dokter, antara lain:

Sakit perut yang parah.
Perubahan gerakan usus.
Sering muntah, terutama disertai darah.
Terdapat darah di tinja atau tinja berwarna hitam.
Benjolan di daerah perut.
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Anemia.
Merasa tidak sehat.
Kesulitan menelan makanan.
Warna kuning pada mata dan kulit.
Sesak napas.
Berkeringat, hingga
Sakit dada yang menyebar ke rahang, lengan atau leher.(kompas.com)