Ini Kesan Kostratani BPP Lelea Setelah Mengikuti Soft Launching AWR

BOGOR-WARTABOGOR.id – Guna mempercepat dalam memecahkan masalah pertanian, Menteri Pertanian (Mentan)  Syahrul Yasin Limpo mengambil langkah salah satunya menggunakan Sistem Agriculture War Room (AWR). Sistem AWR sudah dirancang secara multiguna, terutama dalam memantau kondisi pertanian di tingkat kecamatan dan desa. Mentan  berkeinginan  melalui teleconference, akan mudah bertatap muka langsung dengan petani, penyuluh ataupun pihak terkait lainnya.

Selasa (04/02) Mentan SYL meresmikan Soft Launching AWR bersama para menteri seperti Luhut Panjaitan (Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi), Sofyan Jalil (Menteri Agraria, Tata Ruang, dan Kehutanan), Kepala Biro Pusat Statististik  dan para pejabat pertanian (seperti Kepala Pusat Data Dan Statistik, I Ketut Kariyasa, Kepala Balai Sumber Daya Lahan Pertanian, Husnain).

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor ikut berperan dalam agenda besar tersebut dengan mengirimkan beberap dosen dan admin Kostratani ke sejumlah wilayah di Jawa Barat. Direktur Polbangtan Bogor Siswoyo bersama beberapa dosen dan admin mendampingi persiapan teleconference di Desa Maleber wilayah BPP Pacet Kabupaten Cianjur.

Hal yang sama juga dilakukan di Kabupaten Indramayu, dimana salah satu dosen Polbangtan Bogor Maspur Makhmudi memimpin rombongan mendampingi pelaksanaan teleconference di  BPP Lelea. “Pengorganisasian antarpihak terkait mulai  tahap persiapan dan pelaksanaan  Soft Launching AWR melalui teleconference dengan Mentan baik dan solid,” ungkapnya.

Maspur menambahkan, persiapan teleconfrence dengan Mentan di AOR Kostratani BPP Lelea mengundang Camat beserta jajaran, perwakilan 7 kelompoktani, tenaga penyuluh pertanian, danPOPT.

Macam kegiatan petani dan kelompoktani di Kostratani BPP Lelea  dikemas dalam bentuk video dan foto meliputi:

1. Pompanisasi,

2. Pemupukan tanaman padi,

3. Pengendalian PHT,

4. Pembuatan pestisida  menggunakan limbah plastik, dan

5. Pemuliaan tanaman padi varietas unggul dengan metode demplot.

“Petani merasa  senang dan bangga bisa mengikuti teleconference dengan Mentan. Para penyuluh dan POPT merasakan kebangkitan kembali peranan BPP sebagai simpul pembangunan pertanian melalui program Kostratani,” ungkap Maspur.