Pendidikan

Ini Pertimbangan Kota Bogor Berlakukan Belajar Tatap Muka Mulai Januari 2021

BOGOR-WARTABOGOR.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor rencananya akan digelar pada 11 Januari 2021. Ada sejumlah pertimbangan yang dibeberkan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto terkait rencananya tersebut.

Pertama, ada arahan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk menerapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah dalam jumlah terbatas dan dibarengi penerapan protokol kesehatan.

Kedua, sejak munculnya pandemi Covid-19 pada Maret 2020, sekolah diliburkan dan kemudian diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), yang memberikan dampak bagi pelajar, orangtua serta sekolah.

Advertisement

“Pak menteri pendidikan pernah menyampaikan bahwa pelaksanaan PJJ itu tidak maksimal, semakin banyak dampak negatifnya,” jelas Bima Arya dilansir Antara.

Terkait rencana penyelenggaraan PTM di sekolah, dia mengaku telah melakukan rapat dengan pihak terkait. Antara lain Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Perwakilan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Provinsi Jawa Barat, Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor, dan Perwakilan Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Menurut Bima Arya, pelaksanaan PTM di sekolah harus dibarengi dengan protokol kesehatan secara ketat, karena keselamatan dan kesehatan adalah hal utama.

Advertisement

“Polanya adalah separuh-separuh antara PTM dan PJJ. Pelajar yang belajar tatap muka di sekolah, jumlahnya dibatasi hanya 30-50 persen,” katanya.

Bima menegaskan PTM ini dapat dilaksanakan setelah mendapatkan izin dari Pemerintah Kota Bogor maupun dari Komite Sekolah, Kepala Sekolah, serta orang tua murid. Kalau ada salah satu pihak yang tidak mengizinkan, maka tidak bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka,” tuturnya.

Guru Harus Jalani Tes Usap

Advertisement

Apabila ada satu atau dua orang tua murid yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM, maka pelajar tersebut tidak boleh mengikuti PTM.

“Pelajar tersebut hanya mengikuti PJJ, dan sekolah tidak boleh memberikan sanksi,” katanya.

Bima juga mengingatkan bahwa sekolah yang akan melaksanakan PTM maka guru-gurunya harus menjalani tes usap sebelumnya dan harus dipastikan hasilnya negatif.

Advertisement

“Sekolah-sekolah yang sudah memenuhi persyaratan untuk PTM, pelaksanaannya tidak bisa sekaligus, tetapi secara bertahap, dimulai dari SMA/SMA/MA, baru kemudian tingkat SMP/MTs,” jelasnya (liputan6.com)

Share

Recent Posts

Prabowo Tunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN, Ini Alasannya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi…

12 hours ago

Setelah KDMP, Pemerintah Siapkan Program Besar untuk 40 Ribu Desa di Indonesia!

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mematangkan pelaksanaan…

21 hours ago
Advertisement

Uji Coba Kabogorbus Raup 28 Ribu Penumpang, Pemkab Bogor Siapkan Pengembangan Lanjutan

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mematangkan rencana pengembangan Kabogorbus sebagai…

24 hours ago

Ada Perbaikan Jogging Track dan Latihan Paskibra, Lapangan Sempur Bogor Ditutup Hingga 17 Agustus

BOGOR - WARTA BOGOR - Lapangan Sempur di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, akan ditutup…

2 days ago

Prabowo Sebut Kekayaan Indonesia Bocor ke Luar Negeri Capai Ribuan Triliun Rupiah

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyoroti persoalan kebocoran kekayaan Indonesia…

2 days ago

Dedie Rachim Luncurkan Program Mahasiswa Mengajar, Solusi Atasi Kekurangan Guru di Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, resmi meluncurkan Program Mahasiswa…

2 days ago