Jaga Harga Pangan Tetap Stabil, 1,5 Juta Ton Beras SPHP Siap Disebar Sepanjang 2026

JAKARTA – WARTA BOGOR – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program intervensi beras terus berjalan 2026 ini. Salah satunya operasi pasar atau beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (Beras SPHP).

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menjelaskan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dipastikan cukup untuk program beras SPHP tadi. Pasalnya, hingga penghujung 2025, stok CBP mencapai 3,24 juta ton.

“Kita harus optimis tidak ada masalah untuk beras di tahun 2026 ini. Tentu SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) beras jalan terus. Tahun 2026 kemarin sudah disepakati di dalam rakortas. SPHP 1,5 juta ton,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (6/1/2026).

Bapanas juga akan menyebar bantuan pangan beras bagi 18,2 juta keluarga selama 4 bulan di 2026 ini.

Dua program ini untuk menjaga mutu beras CBP dan persiapan untuk menyerap hasil panen petani lokal.

“Ini kan juga untuk pengeluaran stok juga, sehingga pada saat nanti Bulog mulai menyerap hasil panen raya, keluar masuk beras dapat dijaga dengan baik. Kebetulan Bapak Kepala Bapanas itu kan sangat optimis. Jadi kita harus optimis juga,” sambung Ketut.

Adapun pelaksanaan bantuan pangan tahap kedua berupa beras dan minyak goreng masih diperpanjang sampai 31 Januari 2026.

Per 2 Januari 2026, Bulog telah menyalurkan bantuan pangan tahap kedua kepada 17,370 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari target 18,277 juta PBP.

Secara kuantitas, beras dan minyak goreng masing-masing telah tersalurkan 347,4 ribu ton dan 69,4 juta liter secara nasional.

Perum Bulog akan kembali melanjutkan penyaluran bantuan pangan beras, atau dikenal sebagai bansos beras pada 2026. Program bantuan ini diberikan dalam bentuk 10 kg beras kepada masyarakat tidak mampu.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan pasokan hingga 720 ribu ton beras, yang akan disalurkan kepada 18 juta penerima bantuan selama 4 bulan.

“Penyaluran bantuan pangan untuk 4 bulan tahun 2026 itu sekitar 720 ribu ton untuk 18 juta penerima bantuan penerima bantuan, bantuannya 4 bulan,” jelasnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (2/1/2026) lalu.

Selain bantuan pangan, Bulog juga bakal kembali menyalurkan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau beras murah sepanjang tahun ini. Bulog telah menyiapkan stok sebesar 1,5 juta ton untuk beras murah tersebut.

Hanya saja, Rizal menyebut jumlah penyaluran beras murah ini akan dikurangi pada daerah sentra produksi seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada masa panen raya Maret, April, dan Agustus.

Dengan tujuan, agar stok beras murah tidak bertabrakan dengan beras yang telah dipanen. Sehingga penyaluran beras murah di tempat lain tetap berjalan.

 

 

 

 

Sumber: Liputan6