BOGOR-WARTABOGOR.id– Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Jurusan Pertanian bersiap memberangkatkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). PKL ini merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa. Kegiatan PKL ini bertujuan untuk memberi bekal dan pengalaman kepada mahasiswa secara langsung di lapangan.
Manfaat bagi mahasiswa diharapkan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mahasiswa dalam menerapkan sesuai dengan keilmuan masing-masing prodi; meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mahasiswa dalam menemukan solusi atas kendala usaha yang dihadapi; membentuk mental/ jiwa wirausaha, menumbuhkan rasa percaya diri, tangguh, kreatif, dinamis, disiplin, bertanggung jawab dan inovatif.
PKL yang dilaksanakan oleh mahasiswa prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) dan mahasiswa prodi Agribisnis Hotikultura (AGH) ini tersebar di beberapa daerah di Jawa Barat. Diantaranya Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, dan Malang.
Wahyu Trisnasari, selaku Dosen Jurusan Pertanian mengatakan bahwa capaian dari PKL ini mahasiswa mampu mengidentifikasi kegiatan manajemen produksi dan operasional. “Capaian pembelajaran bagi PKL ini, agar mahasiswa mampu merencanakan usaha pertanian berkelanjutan dan mampu mengevaluasi usaha budidaya pertanian berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga dituntut kompeten pada semua aspek penyuluhan pertanian mulai IPW, Menyusun programa PP, pemanfaatan TI, membuat media PP, melaksanakan penyuluhan dan evaluasi penyuluhan”, ujarnya.
PKL yang dilaksanakan mulai tanggal 28 Juni s.d. 15 Agustus 2021 ini bertujuan untuk bertujuan untuk memberi bekal dan pengalaman kepada mahasiswa secara langsung di lapangan.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.
“Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. Regenerasi petani merupakan harga mati yang harus segera kita realisasikan bersama”,tegas Mentan SYL.
Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda. “Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.
Pewarta: Ardianinda Wisda
Sumber: Polbangtan Bogor