BOGOR – WARTA BOGOR – Kebakaran rumah kontrakan di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor, pada Kamis (5/3/2026) malam menewaskan seorang balita berusia satu tahun.
Kapolsek Bogor Tengah dari Polresta Bogor Kota, Kompol Waluyo, mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, tim pemadam kebakaran sudah melakukan proses pemadaman.
“Informasi kebakaran kami terima sekitar pukul 20.00 WIB, menjelang salat tarawih. Saat kami tiba di lokasi, petugas Damkar sudah melakukan pemadaman dan kondisi sudah aman terkendali,” kata Waluyo.
Dalam peristiwa tersebut, seorang balita bernama Zaki (1) meninggal dunia. Selain itu, dua orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit PMI Kota Bogor.
“Total ada tiga korban. Satu balita meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka dan sedang dirawat di RS PMI,” ujarnya.
Ketiga korban diketahui merupakan satu keluarga yang tinggal di rumah kontrakan tersebut. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Berdasarkan dugaan sementara, api diduga berasal dari kompor yang masih menyala saat korban memasak.
“Diduga saat memasak kemudian yang bersangkutan tertidur. Saat terbangun, api sudah membesar,” kata Waluyo.
Petugas dari Unit Reserse Polsek Bogor Tengah bersama tim Inafis Polresta Bogor Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pendataan korban.
Sementara itu, Lurah Tegallega Hardi Suhardiman mengatakan keluarga korban merupakan warga pendatang yang mengontrak rumah di wilayah tersebut.
“Korban merupakan pengontrak yang berasal dari wilayah Tanahbaru dan baru sekitar enam bulan tinggal di Tegallega,” kata Hardi.
Pihak kelurahan bersama kepolisian dan pemadam kebakaran telah melakukan evakuasi korban serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
“Kami akan berkoordinasi dengan BPBD dan Perumkim terkait kemungkinan bantuan hunian sementara bagi keluarga korban, karena orang tuanya masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
Hardi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.
“Wilayah kami memang didominasi permukiman padat. Kami mengimbau warga selalu waspada terhadap potensi kebakaran, apalagi di bulan Ramadan ketika pola aktivitas dan jam tidur berubah,” kata Hardi.
Sumber: Antaranews