WARTA BOGOR – Publik Australia memuji seorang pria Muslim yang digambarkan sebagai “pahlawan” setelah aksi gesitnya dalam melawan pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney. Dia sendirian melucuti senjata salah satu pelaku selama serangan yang menewaskan 16 orang tersebut.
Rekaman video yang viral di media sosial menunjukkan pria yang diidentifikasi sebagai Ahmed Al Ahmed (43) itu tidak bersenjata saat menangkap salah satu penembak yang sedang menembaki warga sipil. Aksi pria Muslim ini telah menyelamatkan banyak nyawa.
Video berdurasi 15 detik itu menunjukkan Ahmed mula-mula bersembunyi di balik mobil yang diparkir sebelum berlari ke arah si penembak dari belakang. Dia mencengkeram leher penembak, merebut senapannya dan memaksanya jatuh ke tanah, sebelum mengarahkan balik senjata itu kembali ke pelaku penembakan.
Mengutip laporan 7News, Senin (15/12/2025), Ahmed al Ahmed merupakan seorang penjual buah. Laporan tersebut mengatakan dia menderita dua luka tembak selama aksi heroiknya.
Seorang pria bernama Mustapha, yang mengaku sebagai sepupu Ahmed, membenarkan bahwa sang “pahlawan” tersebut sekarang terbaring di rumah sakit.
“Dia di rumah sakit dan kami tidak tahu persis apa yang terjadi di dalam,” katanya. “Kami berharap dia akan baik-baik saja. Dia pahlawan 100 persen,” sambungnya.
Ahmed diketahui tidak memiliki pengalaman dengan senjata api dan hanya berjalan melewati daerah tersebut ketika dia memutuskan untuk turun tangan. Di internet, dia banyak dipuji atas keberanian dan reaksi cepatnya.
Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese juga menggambarkannya sebagai “pahlawan”. Data terbaru dari pihak berwenang menyebutkan korban tewas dalam penembakan massal yang menargetkan komunitas Yahudi selama acara Hanukkah di Pantai Bondi telah bertambah menjadi 16 orang. Sekitar 40 lainnya terluka, termasuk seorang anak.
Polisi mengonfirmasi ada dua tersangka penembakan massal yang diketahui. Satu tewas, sementara yang lainnya dalam kondisi kritis di rumah sakit. Polisi juga mengatakan mereka telah mengamankan dan menyingkirkan alat peledak yang ditemukan di dalam kendaraan di dekat lokasi kejadian.
Kepolisian New South Wales mengatakan serangan itu terjadi ketika ratusan orang berkumpul untuk merayakan hari pertama Hanukkah dan telah dinyatakan sebagai insiden terorisme. Korban termasuk seorang warga negara Israel, menurut Kementerian Luar Negeri Israel.
PM Albanese mengatakan komite keamanan nasional segera dibentuk setelah serangan itu.
“Terjadi insiden terorisme yang menghancurkan di Bondi pada perayaan Hanukkah di tepi laut. Ini adalah serangan yang ditargetkan pada warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari sukacita, perayaan iman, sebuah tindakan jahat, anti-Semitisme, terorisme yang telah menyerang jantung bangsa kita,” katanya.
“Serangan terhadap warga Yahudi Australia adalah serangan terhadap setiap warga Australia. Tidak ada tempat untuk kebencian, kekerasan, dan terorisme ini di negara kita. Izinkan saya menegaskan bahwa kita akan memberantasnya,” imbuh dia.
Sementara itu, PM Israel Benjamin Netanyahu menuduh pemerintah Australia berkontribusi terhadap meningkatnya antisemitisme sebelum serangan tersebut.
“Tiga bulan lalu saya menulis surat kepada perdana menteri Australia bahwa kebijakan Anda justru memperburuk antisemitisme,” katanya.
Sumber: SINDOnews.com