Kementerian Pertanian Dorong Polbangtan Bogor Maksimalkan Produk Kopi

CIANJUR–WARTABOHOR.id-Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian mendorong Polbangtan Bogor maksimalkan produk kopi. Kementan juga berharap Polbangtan Bogor meningkatkan kapasitas petani, khususnya petani milenial.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan.

“Peran SDM sangat penting dalam pertanian. Karena SDM juga yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, Kementan akan meningkatkan kapasitas SDM baik lewat pelatihan maupun bimtek,” terangnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa jika ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM.

“SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian,” tegas Dedi.

Bukti nyata upaya Kementan dalam   meningkatkan kualitas SDM yakni diadakannya Bimbingsn Teknis (Bimtek) Petani dan Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan oleh Unit Pelakdana Teknis (UPT) Pendidikan yakni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor (18-20/2/2021).

Dalam sambutannya mewakili Kepala BPPSDMP, Siswoyo, selaku Direktur Polbangtan Bogor, menyampaikan bahwa Kementan memiliki program utama, untuk menyejahterakan pertanian.

“Jangan sampai kita menjadi negara pengimpor pangan. Pentingnya bimbingan teknis ini sebagai upaya  regenerasi petani. Jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya akan menjadi kelangkaan pangan. Karena generasi mudanya tidak ada yang mau menjadi petani,” tuturnya.

“Pekerjaan petani itu pekerjaan mulia. Karena petani tidak hanya berpikir untuk kepentingan keluarga, tapi juga kepentingan rakyat Indonesia. Dengan demikian, petani muda yang kita bangun adalah petani yang mandiri, maju, dan  modern. Kita harus  membangun image petani saat ini itu keren,” tegas Siswoyo.

Anggota Komisi IV DPR RI, Endang S. Tohari, menyatakan dukungan penuh legislatif terhadsp peningkatan mutu pertanian khususnya SDM.

“Kementerian Pertanian punya visi yang bagus. Akan menciptakan sejuta enterpreneur dari petani-petani muda. Jadi, generasi muda ini harus cinta dengan pertanian. Bagaimana kita mau melawan dunia kalau perut kita lapar,” jelas Endang.

Sebagai aplikasi teori, seluruh  peserta praktik membuat kopi ala cafe dan mengolah produk hasil perkebunan dipandu oleh Dwiki Alam Putera, alumni Polbangtan Bogor yang kini sukses dengan usaha kopinya.

“Kopi ini aestetik pak. Kopi yang sehat itu tidak ada gulanya sama sekali. Untuk metode kopi V60, harus menggunakan kopi arabika. Nanti hasil seduhannya, awalnya manis. Beberapa menit kemudian bapak minum lagi jadi pahit. Dan ketika kopi sudah dingin, rasanya menjadi asam,” paparnya.

Pewarta: Ardianinda Wisda
Sumber: Polbangtan Bogor