WARTA BOGOR – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyerukan sejumlah negara untuk memperkuat kemandirian global tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan mahasiswa di Universitas Yonsei, Jumat (3/4/2026).
Macron mengajak negara-negara seperti Eropa, Korea Selatan, Jepang, Brasil, Australia, Kanada, hingga India untuk membentuk kekuatan alternatif yang lebih mandiri di tengah dinamika geopolitik global.
“Dengan agenda seperti itu, yang dianut oleh Korea Selatan, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya, Kanada, Jepang, India, Brasil, Australia, kita mulai memiliki semacam jalan ketiga (yang independen dari AS),” kata Macron.
Ia menegaskan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap AS berisiko merugikan negara lain, terutama jika kebijakan luar negeri Washington tidak konsisten.
Macron juga menyinggung pentingnya membangun keseimbangan kekuatan global, seiring munculnya berbagai ketegangan internasional.
Sebelumnya, laporan Bloomberg menyebutkan para pemimpin Eropa mulai mempertimbangkan untuk mengambil jarak dari AS, termasuk dalam isu operasi militer terhadap Iran.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kemungkinan penarikan negaranya dari NATO. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan The Telegraph pada 1 April.
Langkah tersebut disebut-sebut dipicu oleh penolakan NATO untuk mendukung operasi militer AS terhadap Iran.
Sejumlah pihak di Eropa bahkan menilai kondisi NATO saat ini mulai melemah dan menghadapi perpecahan internal.
“Ada pandangan di Eropa bahwa NATO ‘lumpuh’ dan mulai terpecah, dengan para pemimpin Eropa secara tertutup membahas cara merespons ancaman Donald Trump untuk keluar dari aliansi tersebut,” lapor Politico mengutip sumber pejabat Eropa.
Sumber: antaranews