BOGOR-WARTA BOGOR — LAZ Ummul Quro Bogor menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp100 juta kepada 20 pelaku UMKM melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU). Kegiatan ini berjalan berkat kolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Ciseeng dan KUA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Program PEU adalah inisiatif Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf yang diluncurkan pada 2021. Tujuannya memberdayakan kelompok mustahik dengan bantuan modal dan pendampingan usaha, agar kesejahteraan mereka meningkat dan berpeluang berubah menjadi muzaki. LAZ Ummul Quro Bogor sudah ikut serta dalam program ini sejak 2024, dan kembali melaksanakannya pada 2026 dengan menyasar dua kelompok penerima di dua kecamatan.
“Melalui sinergi lembaga amil zakat dan KUA, program ini diharapkan mampu mengoptimalkan dana zakat untuk pemberdayaan ekonomi produktif serta mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ketua LAZ Ummul Quro Bogor, Abdullah, S.Pd.
Penyaluran tahap pertama senilai Rp50 juta untuk 10 pelaku UMKM binaan KUA Ciseeng dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026) di Aula Kecamatan Ciseeng. Acara dihadiri Sinta (Kasubdit Perizinan dan Evaluasi Lembaga Amil Zakat Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI), Dr. Suhandi, M.Pd.I. (Pembina LAZ Ummul Quro Bogor), Kepala KUA Ciseeng H. Herman, S.Ag., perwakilan Kecamatan Ciseeng H. Subhi, S.H., M.Si., serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bogor A. Hasan Haikal, S.E.
Dr. Suhandi menyampaikan bahwa bantuan ini adalah amanah donatur yang harus disalurkan tepat sasaran untuk mengembangkan usaha. Sementara itu, Sinta menegaskan bahwa kolaborasi ini dapat memperkuat pendampingan mustahik demi pertumbuhan usaha. Sepuluh penerima di Ciseeng bergerak di bidang kuliner rumahan, kerajinan, dan pertanian pekarangan.
Tahap kedua senilai Rp50 juta untuk 10 pelaku UMKM di Kecamatan Gunung Sindur dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) di ruang KUA Gunung Sindur, dengan masing‑masing penerima mendapat Rp5 juta. Hadir dalam kegiatan H. Zulpakor Ali Akbar, S.Ag., M.H. (Kepala Seksi Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Bogor), Kepala KUA Gunung Sindur H. Adi Supriyadi, S.E.I., Dr. Suhandi, dan Abdullah.
H. Zulpakor mengingatkan agar modal ini dimanfaatkan dengan baik, sehingga pendapatan penerima meningkat dan nantinya bisa menjadi muzaki. Untuk menjaga keberlanjutan, para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan selama tiga tahun dari tim penyuluh KUA Gunung Sindur dan tim PEU LAZ Ummul Quro Bogor.
LAZ Ummul Quro Bogor berharap program ini bisa membuktikan bahwa zakat bukan hanya bantuan sesaat, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi yang membuat UMKM tumbuh mandiri secara berkelanjutan. (Is)