Lima Ribu Rumah Warga Sumbar Timur-NTT Rusak Diterjang Badai Seroja

SUMBA TIMUR-WARTABOGOR.id- Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan sekurangnya ada 5.000 unit rumah penduduk di daerah ini yang rusak ringan dan berat akibat terjangan angin kencang siklon tropis Seroja pada Minggu (4/4) 2021.

“Data sementara sudah 5.000 unit rumah penduduk yang rusak akibat terjangan angin kencang yang melanda daerah ini pada Minggu (4/4) dan Senin (5/4),” kata Bupati Sumba Timur

Menurut dia data 5.000 unit rumah penduduk yang rusak itu masih bersifat sementara karena tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Timur masih melakukan pendataan di lapangan.

“Rumah yang rusak bisa lebih dari 5.000 unit karena proses pendataan masih berlangsung di semua kecamatan,” katanya.

Ia mengatakan terjangan angin kencang akibat badai siklon tropis Seroja memiliki dampak yang luas bagi daerah itu dengan rusaknya ribuan rumah penduduk maupun rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan serta Bendungan Kambaniru yang jebol akibat terjangan banjir.

Selain itu, kata dia, ada 22 kecamatan di Kabupaten Sumba Timur yang terdampak bencana badai siklon tropis Seroja.

“Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Kambera. Banyak rumah penduduk rusak akibat terjangan angin kencang dan lahan pertanian tergenang air banjir,” katanya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mendistribusikan bantuan bencana Siklon Tropis Seroja yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu mengatakan bantuan itu dikirimkan melalui beberapa tahap.

Tahap pertama berupa 15 paket lauk pauk, 30 paket makanan siap saji, 30 paket makanan tambah gizi, 280 lembar selimut, 600 lembar sarung, 1.000 lembar masker kain, dan 1.000 lembar masker medis.

“Bantuan itu ditujukan untuk korban terdampak di Desa Wayburak, Kecamatan Waywerang Adonara Timur dan Desa Nelelamadiken, Kecamatan Ileboleng Kabupaten Flores Timur dengan cara diangkut menggunakan kapal motor antarpulau,” katanya.

Selanjutnya, bantuan tahap kedua ditujukan untuk korban di Desa Nelamadiken, Kecamatan Ile Boleng dan Desa Waiburak, Kelurahan Waiwerang Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur berupa 987 paket lauk pauk, 972 paket makanan siap saji, 972 paket makanan tambah gizi, 2.720 lembar selimut dan 1.400 lembar sarung.

“Bantuan tahap kedua ini juga menyertakan sebanyak 7.750 alat rapid test antigen yang didistribusikan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur,” katanya.

Terdapat pula bantuan dari BNPB berupa 360 paket lauk pauk, 360 paket makanan siap saji, 360 paket makaan tambah gizi, dan 10.000 alat rapid antigen.(antaranews.com)