BOGOR – WARTA BOGOR – PT PLN menjelaskan penyebab pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bogor pada Selasa (9/6/2026).
Pemadaman tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dan mencegah terjadinya blackout atau pemadaman total yang berdampak lebih luas.
Manajer PLN ULP Kota Bogor, Andis Verindra Putra, mengatakan gangguan terjadi akibat kendala pada sistem pembangkit, salah satunya berasal dari PLTGU Jawa 1 di Karawang.
Kondisi tersebut membuat PLN harus melakukan manajemen beban di sejumlah wilayah, termasuk Kota dan Kabupaten Bogor.
“Iya, betul. Ini terkait ada penguatan sistem di tegangan tinggi. Kita lagi optimal manuver beban ya. Biar tidak terjadi padam yang lebih luas lagi atau blackout,” kata Andis saat dikonfirmasi.
Menurutnya, pengaturan beban dilakukan selama proses pemeliharaan dan penguatan sistem berlangsung guna menjaga stabilitas pasokan listrik kepada pelanggan.
“Memang ada lagi kondisi kendala dari sisi pembangkit, salah satu pembangkit di Jawa,” ujarnya.
Andis menjelaskan, langkah tersebut diambil agar gangguan yang terjadi tidak berkembang menjadi pemadaman yang lebih besar dan berdampak pada wilayah yang lebih luas.
“Sehingga PLN melakukan manajemen beban untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan,” lanjutnya.
Seiring proses penanganan yang terus berjalan, pasokan listrik di sebagian wilayah Kota Bogor telah kembali normal pada Selasa petang. Beberapa kawasan seperti Jalan Ahmad Yani dan sekitar kantor DPRD Kota Bogor dilaporkan sudah kembali mendapatkan aliran listrik sebelum waktu magrib.
“Sudah normal sebelum magrib tadi. Kalau sekarang di daerah Petir di daerah ujung kabupaten,” kata Andis.
Meski demikian, sejumlah wilayah masih mengalami gangguan selama proses pemulihan berlangsung. Area yang berada dalam cakupan ULP Kota Bogor, seperti Cilebut dan sebagian wilayah Bogor Barat, masih terdampak pemadaman saat PLN melakukan penormalan sistem secara bertahap.
Sumber: kompas