Logika Metafisika Kemerdekaan Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR-Hari ini adalah tanggal 17 Agustus kita merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Bicara tentang kemerdekaan negeri ini, kita tidak bisa bicara secara akal atau logika matematika saja. Karena perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan kita jika hanya mengandalkan senjata yang ada melawan penjajah dengan kecanggihan senjata saat itu sepertinya hitungan matematikanya tidak akan merdeka.

Tapi ketahuilah bahwa Islam memiliki satu logika, namanya logika metafisika. Dimana ketika logika matematika berakhir, maka berpindah ke kuadran logika metafisika. Maka inilah yang disebut logika maunatullah, pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ingat, Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam perang Badar di hari bulan Ramadhan dengan jumlah pasukan yang sedikit. Bedanya 700 pasukan Kafir Quraish, tapi Allah mengatakan

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ali Imron [3] : 123)

Peristiwa perang Badar di bulan Ramadhan, yang Allah katakan dalam keadaan ażillah (keadaan lemah) itu persis dengan negara kita yang belum berdiri saat itu. Pahlawan kita dalam keadaan lemah, senjata lemah, lemah logistiknya. Tapi memiliki kekuatan apa itu ? kekuatan spiritual.

inilah yang mengundang logika metafisika, inilah yang mengundang logikanya Allah. Logikanya ma’unatullah, pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita rayakan dengan mengisinya sebaik mungkin. Semoga kita mendapat rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seperti apa yang pernah diucapkan oleh para pahlawan kita:

Kemerdekaan ini adalah atas berkat Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Penulis
Ustadz Obay Sobari, S.Ag., M.Pd., C.T., C.PS., C.DAI.
Ketua Assosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI) Jawa Barat