Mahasiswa Polbangtan Dampingi Petani Sukabumi Dorong Percepatan Tanam

SUKABUMI-WARTABOGOR.id – Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor pendidikan. Namun menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Pandemi Covid-19 yang sedang melanda saat ini tidak menghalangi para siswa untuk tetap mengikuti pembelajaran.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyiapkan sistem pembelajaran jarak jauh, sehingga mahasiwa tetap bisa belajar dengan tetap mengikuti protokol physical distancing.

“Dengan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh, pendidikan tetap bisa berjalan meskipun kita sedang mengalami pandemi Covid-19. Justru ada hikmah yang bisa kita ambil bahwa arah pendidikan memang harus menuju sistem edukasi 4.0,” ungkap Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

Praktis aktivitas mahasiswa pun berubah dan harus menyesuaikan kondisi di tengah pandemi dengan Learn From Home (LFH). Berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan perkuliahan dari rumah yang di rancang oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, di masa darurat Covid-19 ini mahasiswa diharuskan melakukan pendampingan kepada petani, kelompok tani atau pelaku usaha di bidang pertanian sebagai bentuk kegiatan pembelajaran. Sejalan dengan kurikulum Polbangtan Bogor yang menyelenggarakan pembelajaran 30% teori dan 70% praktik, kini mahasiswa memiliki lebih banyak waktu untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dari proses perkuliahan.

Hal serupa dilakukan oleh delapan mahasiswa dari Prodi Agribisnis Hortikultura (AGH), Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), dan Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP). Pendampingan dilaksanakan di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi. Kedelapan mahaiswa tersebut Maretha Febylla (PPKH), Syifa Salsabila (AGH), Iyang Jaelani (AGH), Lita Latifah (TMP), Anisa Tri W (TMP), Haifa Assahra (TMP), Firda Hayati (TMP) dan Siti Suhartini (TMP). Mereka melaksanakan pendampingan selama 2 bulan, dimulai dari bulan Mei hingga akhir bulan Juni 2020.

Feby, salah seorang mahasiswa mengatakan bahwa diharapkan kegiatan ini dapat mengasah jiwa kewirausahaan mahasiswa, keterampilan serta keahlian mahasiswa. Meski sedang melaksanakan pendampingan ia dan teman-temannya menjalankan sesuai dengan petunjuk teknis yang diperintahkan oleh kampus dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. “Kami juga mendapat bimbingan dari para Penyuluh dan POPT setempat,” imbuhnya.

Kegiatan pertama yang dilakukan oleh para mahasiswa yaitu ikut memotivasi para petani yang ada di kelompoktani dalam rangka Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Percepatan Tanam di Kecamatan Sukabumi. Kegiatan lain  yang akan dilakukan berikutnya mencakup proses penerapan teknologi pakan sapi potong Cassapro, pengolahan lahan, penanaman, perawatan, penggendalian gulma hingga proses pasca panen, agribisnis jamur tiram dan pengendalian OPT hortikultura.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BPP Sukabumi Diat Sujatman mengatakan, ia sangat menyambut baik kegiatan ini. “Kini saatnya bagi mahasiswa Polbangtan sebagai calon petani milenial harus bersiap untuk kembali ke agriculture (pertanian dan peternakan), perikanan, kelautan serta industri bidang agriculture,” ungkapnya.

Penyuluh alumni STPP Bogor (sekarang berubah menjadi Polbangtan Bogor) ini memperkirakan sektor jasa dan industri lainnya di luar pertanian akan rontok jika Covid-19 tidak segera selesai di seluruh dunia. Akan terjadi pengangguran besar-besaranan. Saatnya kembali memperkuat kedaulatan pangan, produksi pangan harus jadi kekuatan ekspor kita ke depan. Jika masyarakat Indonesia bisa mengantisipasi hal tersebut, maka Indonesia akan menjadi lumbung pangan masyarakat seluruh dunia.

“Mahasiswa juga mendapat beberapa informasi dari sebagian petani mengenai kendala yang dirasakan, diantaranya yaitu sulitnya air ketika memasuki musim kemarau, yang dapat menyebabkan turunnya hasil produktivitas pertanian,” pungkasnya.

Pertanian tidak berhenti dimasa pandemi Covid-19. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah sampai panen harus tertap berlanjut di tengah Covid-19.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Dedi menuturkan bahwa pangan adalah masalah yang utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa, petani harus tetap semangat olah, tanam, dan panen. “Pertanian tidak berhenti di tengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” ujar Dedi.

Pewarta : Arif Prastiyanto – Polbangtan Bogor

Sumber : Diat Sujatman – BPP Sukabumi